Menyatukan Perbedaan

COP

Menyatukan Perbedaan

Oleh: Clarita Ivone Rumimpunu

Senin, 10 Juli 2017. Opening Ceremony Community Outreach Program (COP) kembali dilaksanakan di Universitas Kristen (UK) Petra. Acara yang sudah diselenggarakan sebanyak 21 kali ini, kembali mendatangkan mahasiswa dari berbagai penjuru dunia. Pada kesempatan kali ini, ada delapan negara yang bergabung, antara lain, Jepang, Belanda, Inggris, Singapura, Hongkong, China, Korea, dan yang pasti Indonesia. Mereka sempat mengikuti beberapa kelas sebelum akhirnya berkumpul dan merayakan Opening Ceremony.

Pada pukul tiga sore, Auditorium UK Petra sudah dipenuhi peserta COP. Mereka duduk berdasarkan negara mereka masing-masing. Perwakilan setiap negara kemudian maju dan membawa bendera dari negara masing-masing untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya. Acara dilanjutkan dengan pembukaan dari Prof. Ir. Rolly Intan, M.A.Sc. , Dr. Eng., serta pemukulan tifa, alat musik pukul seperti gendang, sebagai tanda resmi dibukanya acara COP. Tak hanya acara pembukaan, setiap negara akan maju untuk unjuk bakat.

Mereka menunjukkan tarian dan nyanyian dari negara mereka. Tidak hanya budaya tradisional, namun budaya modern pun juga ditampilkan. Seperti Jepang, mereka menarikan tarian dari girlband asal negara mereka. Ada juga yang mempresentasikan tentang negara asal serta menyanyikan lagu kebangsaan negaranya. Acara ditutup dengan penampilan dari negara tuan rumah, yaitu perwakilan Indonesia. Mahasiswa Indonesia menarikan Tarian Sajojo, kemudian mengundang semua mahasiswa asing untuk maju dan menarikan tarian itu. Panggung seketika penuh, nampak wajah-wajah yang menikmati acara tersebut.

Menurut Rolly, acara ini sangat bagus dan memberikan manfaat yang baik bagi mahasiswa. Perbedaan budaya yang ada bukan menjadi halangan, namun sesuatu yang menarik dan unik. Tujuan dari acara ini pun sangat bagus, mampu menambah soft-skill bagi setiap peserta. Rolly juga mengatakan bahwa jumlah mahasiswa asing yang mengikuti COP tahun ini menurun. Tahun 2016 terdapat sekitar 170 mahasiswa, namun pada tahun 2017 menjadi 84 mahasiswa. Sedangkan mahasiswa Indonesia yang mengikuti COP tahun ini sejumlah kurang lebih 80 mahasiswa setelah sempat berada di titik terendah, 50 mahasiswa. Namun baginya, ada sisi positif dari grafik jumlah mahasiswa yang tergabung. Jumlah ini menjadi imbang dan ideal. Nah, bagaimana Sobat GENTA, tertarik ikut tahun depan?

 

Tagged with:     ,

About the author /


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Feature

Majalah Kampus di Ambang Keterpurukan
Posted in: Feature

Majalah Kampus di Ambang Keterpurukan Oleh: Veronica Maureen Sebanyak 1000 eksemplar majalah GENTA dicetak setiap edisinya yang seharusnya menjadi sumber pengetahuan baru bagi seluruh sivitas, tak terkecuali mahasiswa. Dan mungkin, sudut pandang paling tepat dalam menentukan keberhasilan pembuatan GENTA adalah dengan menilai sejauh mana informasi dan pengetahuan yang dituliskan mampu diterima oleh seluruh sivitas. Rendahnya […]

Read More