A Whole Person Leader Comes From A Whole Person Self

Reporter : Belinda Averina

A Whole Person Leader Comes From A Whole Person Self

Fotografer : Azarel Nehemia, Tim Dokumentasi SLT

Berani Mengambil Langkah untuk Mengembangkan Aspek Karakter Kepemimpinan
Selain fokus belajar, mahasiswa juga harus mengembangkan dirinya dari dalam ke luar dalam dunia perkuliahan. Melalui berbagai program di Petra Christian University (PCU), mahasiswa diajak untuk berperan aktif dalam berbagai kegiatan pengembangan diri.


Sebutan lain kegiatan pengembangan diri itu adalah kegiatan Pola Pengembangan Kemahasiswaan (Polbangmawa). Kepala Pusat Kepemimpinan Kristen PCU, Evie Santoso, S.I.Kom., M.Th., mengemban tanggung jawab besar untuk kegiatan Polbangmawa yang diadakan universitas. Evie sendiri memiliki panggilan untuk mempersiapkan regenerasi pemimpin. Pemimpin yang dimaksud adalah mahasiswa PCU yang akan membawa transformasi pada dunia setelah mereka lulus. Tentu, Evie harus mempersiapkan berbagai kebutuhan mahasiswa. Kebutuhan tersebut menjadi bekal untuk mahasiswa agar mereka berproses menjadi seorang pemimpin utuh yang mencerminkan profil lulusan Petra itu sendiri.


Kebutuhan tersebut sudah disiapkan dari awal ketika mahasiswa baru melangkah masuk universitas. Mulai dari program Welcome, Grateful Generations (WGG) sebagai penyambutan seluruh mahasiswa baru sekaligus pembinaan awal. Lalu, ada kegiatan Life Enrichment (LE) yang merupakan wadah agar mahasiswa baru mulai memikirkan hidup yang berhasil dan bermakna untuk mereka. Pada kedua kegiatan ini, mahasiswa baru akan didampingi kakak-kakak tingkat yang juga memiliki panggilan yang sama untuk melayani.


Adapun program wajib lainnya untuk seluruh mahasiswa ikuti yakni program Basic Servant Leadership Training (BSLT) sebagai wadah untuk mengasah kepemimpinan mereka.Tak hanya itu, BSLT juga melatih mahasiswa untuk memberikan pelayanan yang baik kepada orang di sekitar mereka. Didukung juga dengan adanya berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) untuk seluruh mahasiswa bisa bergabung untuk menunjukkan bakat dan minat mereka. Tak lupa pula berbagai lembaga kemahasiswaan yang berperan penting dalam menjalankan tugas dan wewenang untuk keamanan dan kenyamanan mahasiswa PCU.
Evie menjelaskan bahwa berbagai program atau kegiatan yang disediakan, bertujuan agar mahasiswa bisa bertumbuh secara utuh menjadi whole person sambil mematangkan lima aspek kehidupan manusia. Kelima aspek tersebut adalah intellectual, mental, physical, social, spiritual. Masing-masing aspek saling melengkapi satu sama lain agar membentuk setiap mahasiswa jadi pribadi yang utuh alias a whole person.
Dengan adanya berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan kelima aspek tersebut, mahasiswa diharapkan agar bisa menjelajah dan berinovasi sesuai kompetensi yang dimiliki. Sebab, jika mahasiswa hanya bergantung pada satu aspek saja, akan sulit bagi mereka untuk menjadi pemimpin utuh bagi diri mereka sendiri. Mahasiswa tak bisa bergantung sepenuhnya pada segi akademis maupun segi keaktifan.


Sejauh ini, Evie memaparkan bahwa kegiatan polbangmawa PCU terus berkembang dalam menghadapi pesatnya zaman sekarang. Setiap zaman pasti melahirkan generasi berbeda. Oleh sebab itu, PCU ingin membuat kegiatan polbangmawa yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa tiap generasinya.

Keaktifan demi Upah atau Keaktifan demi Pengalaman?
Eksistensi kegiatan polbangmawa membuat mahasiswa untuk terus berkarya melalui wadah yang telah diberikan PCU. Saat mahasiswa mengikuti dan menuntaskan tanggung jawab terkait kegiatan polbangmawa itu, ada pemberian poin yang disebut sebagai Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan (SKKK). SKKK sendiri terbagi menjadi empat yakni organisasi dan kepemimpinan, pembelajaran, partisipasi/prestasi lomba, serta pengabdian masyarakat.


Masing-masing SKKK memiliki cara pencapaian yang berbeda. Dengan berbagai macam kegiatan yang diberikan oleh PCU, mahasiswa bisa memilih kegiatan yang sesuai dengan SKKK yang ingin mereka dapatkan. Evie berharap mahasiswa bijak apabila berpartisipasi dalam kegiatan yang diambil.
Sebab, SKKK bukanlah sekadar poin tetapi perjalanan dan pelajaran apa yang mengenah saat mengikuti kegiatan yang diikuti. Mau itu menjadi anggota Lembaga Kemahasiswaan (LK), unit kegiatan mahasiswa (UKM), kepanitiaan, pasti ada pengalaman yang berkesan di balik semua itu. Pengalaman inilah yang disebut dengan proses pertumbuhan. Proses ini yang membentuk jati diri kalian sehingga kalian menjadi orang yang matang dalam menjalani hidup.


Itu merupakan “upah” sebenarnya dari mengikuti kegiatan yang ada. Harapan Evie adalah semua mahasiswa PCU belajar untuk memaknai semua kesempatan yang di ambil. Kesempatan tersebut dapat berupa kesempatan mengerjakan tugas kuliah, mengikuti perlombaan, melakukan pekerjaan paruh waktu, menjadi asisten dosen, merancang acara dengan menjadi panitia, dan berbagai kesempatan lainnya.
Intinya, mencurahkan hati dan pikiran pada kesempatan yang ada sehingga mendapatkan hasil yang memuaskan. Pada akhirnya, mahasiswa-lah yang akan mendapatkan pembelajaran dan pengalaman dari berbagai kesempatan yang sudah kalian ikuti.

Persiapan Pemimpin Baru Guna Melanjutkan Regenerasi
Setelah menunggu setengah tahun, perwujudan kegiatan pola pengembangan mahasiswa tersebut kembali menyambut para mahasiswa PCU tahun ini bernama Servant Leadership Training (SLT). Tujuan utama SLT adalah memperlengkapi mahasiswa yang tertarik menjadi fungsionaris di berbagai LK maupun UKM yang ada di PCU. SLT merupakan modifikasi dari Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa-Tingkat Dasar (LKMM-TD).


Rebranding ini membuat konsep SLT berbeda dengan LKMM-TD karena sebelumnya kegiatan ini merupakan kegiatan wajib bagi seluruh mahasiswa baru dan tidak bersifat wajib. Saat lulus SLT, mahasiswa tetap melanjutkan perjalanan mereka menjadi servant leader yang mengandalkan Tuhan di setiap langkah yang diambil, aktif dan disiplin.


Tak hanya belajar menjadi seorang pemimpin namun mahasiswa akan belajar untuk merancang sebuah kegiatan atau program. Kali ini, SLT mengusung tema Be A Leader, Be Resilient. Tema tersebut lahir dari tiga poin utama yaitu berisi hati dan pendirian yang kuat, bertindak hati-hati sesuai hukum yang ada di PCU dan Tuhan, serta memiliki pendirian yang teguh terhadap diri sendiri. SLT tahun ini diadakan selama dua hari, Senin (29/01/2024) hingga Selasa (30/01/2024).


Dalam dua hari, peserta SLT akan terbagi menjadi beberapa kelompok yang berisikan mahasiswa dari berbagai jurusan. Melalui rangkaian kegiatan SLT, peserta akan mengikuti serangkaian aktivitas yang membekali mereka untuk menjadi servant leader untuk mewujudkan konsep diri yang utuh.
Rangkaian aktivitas tersebut mencakup berbagai sesi pemaparan materi, ice breaking dan games, diskusi intens sekaligus presentasi. Sesi-sesi tersebut digunakan untuk menguji kredibilitas peserta sekaligus meningkatkan teamwork dalam kelompok. Dalam sesi pemaparan materi, ada satu konsep yang biasa digunakan dalam merancang sebuah kegiatan dengan konsep Planning, Organizing, Actuating, Controlling (POAC). Konsep ini digunakan ketika peserta merancang sebuah kegiatan atau program nantinya.


Konsep pemikiran dan karakter yang dibutuhkan peserta menjadi seorang pemimpin dijabarkan dalam materi “Critical Thinking and Problem Solving”. Melalui materi ini, peserta belajar menjadi pemikir yang kritis untuk menghasilkan sebuah ide serta mencari solusi terbaik terhadap permasalahan yang sedang dihadapi.


Selain itu, peserta juga mempelajari materi tentang manajemen diri dan manajemen konflik. Kedua hal ini saling berkaitan karena apabila kita tidak bisa mengatur diri sendiri, dapat mengundang konflik saat kita berinteraksi dengan orang lain. Oleh karena itu, diperlukan materi komunikasi interpersonal yang berkaitan erat dengan kata REACH alias Reach, Empathy, Active Listening, Clear, Humble. Sesuai prinsip REACH, seorang servant leader harus menghormati, memahami, mendengarkan pendapat orang lain serta menyampaikan pesan secara ringkas dan jelas.


Namun, berbagai materi tersebut akan menjadi berguna apabila peserta menerapkannya dalam mendukung perjalanannya untuk menjadi seorang servant leader. Seorang pemimpin sudah seharusnya mempersiapkan pemimpin selanjutnya sehingga diperlukan delegasi dan regenerasi. Delegasi sendiri adalah pencarian dan pelatihan the next leader sedangkan regenerasi adalah ketika leader selanjutnya sudah matang dan siap memenuhi tanggung jawab untuk menggantikan pemimpin sebelumnya. Seorang leader dianggap sudah selesai mengemban misi dan tanggung jawabnya sebagai pemimpin apabila telah menyiapkan pemimpin selanjutnya.


Dengan adanya kegiatan SLT ini, mahasiswa PCU diharapkan bisa menjadi para pemimpin selanjutnya yang membawa transformasi kepada lingkungan, masyarakat dan dunia. Sebagai tugas akhir SLT, setiap kelompok akan membuat sebuah proposal kegiatan menggunakan konsep POAC. Ada 4 program untuk proposal diantaranya WGG, Kamp Mahasiswa (KAMA), EPICLAIR, dan SLT. Dari keempat tema tersebut, nantinya akan dipilih tiga ide terbaik dari setiap tema untuk kelompok bisa maju presentasi.

Evie pun menyampaikan bahwa jika kita masuk dalam kesempatan apapun, jangan pernah masuk dengan perspektif seperti “Aku sudah cukup tahu dan sudah cukup bisa”. Milikilah mindset utuh untuk selalu melihat dibalik setiap kesempatan, pasti belajar sesuatu yang baru. Pembelajaran itu tak sekedar memberikan ilmu, namun ilmu itu bisa kita gunakan untuk menggapai masa depan kita.

About the author /