SINCI: Success In Creative Industry Talkshow

Fotografer : Ingrid Halim dan Grace Ivone

SINCI: Success In Creative Industry Talkshow

Oleh: Jeffry

Rabu (04/04/2018) Himpunan Mahasiswa Sastra Inggris Universitas Kristen (UK) Petra (HIMASAINTRA) mengadakan Talkshow Success In Creative Industry (SINCI) di Auditorium UK Petra. Acara yang berfokus untuk melihat potensi-potensi industri kreatif yang masih dipandang sebelah mata di Indonesia ini, menghadirkan sosok yang pastinya sudah tidak asing lagi bagi dunia kreativitas itu sendiri, yaitu Raditya Dika. SINCI mengundang Raditya Dika atau yang biasa dipanggil Radit, seorang penulis, stand up comedian, aktor, sutradara dan content creator yang sudah bertahun-tahun berkarya dan sudah dikenal luas oleh Indonesia.

Acara ini dibuka oleh pemutaran video animasi yang memperkenalkan Raditya melalui karya-karya filmnya dan penampilan band UK Petra yang menyanyikan lagu-lagu populer saat ini seperti “Rindu Sendiri” dan “This Is Me”. Acara kemudian dilanjutkan oleh kedua Master of Ceremony (MC) pada hari itu, yaitu Sentosa Purnomo dari program studi (prodi) Teknik Sipil angkatan 2016 dan Theresia Lunetta, dari prodi Sastra Inggris angkatan 2016 dengan doa pembuka yang dibawakan oleh Theresia. Kedua MC kemudian memberikan waktu dan tempat untuk kata sambutan yang dibawakan oleh Clarence Finley Limantara dari prodi Sastra Inggris angkatan 2016, selaku ketua panita SINCI dan Herwindy Maria Tedjaatmadja, S.S., MA-ELT, selaku ketua program studi Sastra Inggris. Acara terus berjalan dengan pemutaran salah satu short movie karya mahasiswa prodi English for Creative Industry (ECI) yang berjudul ‘Kidnap’.

Setelah pemutaran film, acara diambil alih oleh moderator, Fanny Lesmana, S.Sos., M.Med.Kom, salah satu dosen dari prodi Ilmu Komunikasi. Fanny memperkenalkan diri dan mengundang Raditya Dika untuk memasuki auditorium, tepuk tangan riuh langsung terdengar begitu pembicara yang ditunggu-tunggu melangkah masuk menuju auditorium. Sifat Raditya yang memang humoris sudah terbawa olehnya sejak awal naik ke panggung, berbagai candaan langsung dilontarkan Raditya seraya menjawab pertanyaan-pertanyaan dari moderator. Raditya juga berkali-kali menjahili mahasiswa-mahasiswa yang maju untuk mengajukan pertanyaan. Acara SINCI pada malam itu jauh dari kata bosan dan serius, malah suara tawa dapat terdengar hampir di seluruh durasi acara.

“Kreativitas itu datang dari kegelisahan yang dekat dengan kita,” kata Raditya. “Kalau kita punya kegelisahan, kita punya sesuatu yang mau disampaikan lewat berkarya,” Raditya mengambil contoh serial youtube “Malam Minggu Miko” yang diakari oleh kegelisahannya tidak memiliki pacar selama 4 tahun, tapi justru serial inilah yang akhirnya berhasil melebarkan karirnya ke dunia perfilman. Raditya juga menekankan jika kita bisa menjadi apa saja di saat ini, dengan harapan dengan adanya teknologi yang sudah sangat maju dan kita harus menjadi kreatif dengan mengandalkan ciri khas milik kita sendiri dan tidak terus-terusan mengikuti tren. Raditya juga menceritakan awal karirnya, kegagalan yang dialaminya, caranya untuk kembali bangkit  dan tips-tips untuk berhasil berkarya.

Setelah takshow dan sesi tanya jawab berakhir, Clarence kembali naik ke atas panggung untuk memberikan plakat penghargaan dan mengucapkan terima kasih atas kehadiran Raditya ke acara SINCI. Kemudian seluruh panitia yang terlibat dalam SINCI diminta untuk naik ke atas panggung dan berfoto bersama Raditya. Bahkan, di sela-sela foto, Raditya masih sempat-sempatnya melontarkan pertanyaan yang mengundang tawa, seperti saat Raditya melihat salah satu sepatu panitia dan berujar ‘Itu sepatunya kamu stabilo ya, kok biru-biru begitu?’

Acara diakhiri dengan penampilan band yang kembali membawakan beberapa lagu, dan pembagian doorprize berupa voucher-voucher yang tentunya bisa digunakan. Pembagian doorprize diundi dengan cara siapa yang paling cepat dan benar menjawab pertanyaan. Acara kemudian benar-benar berakhir dengan doa penutup.

SOBAT Genta, sudah terbukti kan jika acara-acara seminar di UK Petra selalu menarik dan selalu bermanfaat? Jadi, sisihkan waktu untuk datang ke seminar-seminar yang diadakan prodi-prodi UK Petra ya!

Tagged with:     ,

About the author /


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Feature

Majalah Kampus di Ambang Keterpurukan
Posted in: Feature

Majalah Kampus di Ambang Keterpurukan Oleh: Veronica Maureen Sebanyak 1000 eksemplar majalah GENTA dicetak setiap edisinya yang seharusnya menjadi sumber pengetahuan baru bagi seluruh sivitas, tak terkecuali mahasiswa. Dan mungkin, sudut pandang paling tepat dalam menentukan keberhasilan pembuatan GENTA adalah dengan menilai sejauh mana informasi dan pengetahuan yang dituliskan mampu diterima oleh seluruh sivitas. Rendahnya […]

Read More