Satic 2018 : Short and Tell Incredible Competition

Satic 2018 : Short and Tell Incredible Competition

Oleh : Boby Kristiyanto W

Sabtu (7/4/2018), rangkaian kegiatan SATIC 2018 dibuka dengan penampilan band dan Master of Ceremony (MC), Joana Kusuma dan Giovano. Kegiatan yang merupakan kolaborasi antara Himpunan Mahasiswa Desain Komunikasi Visual (HIMAVISTRA), Himpunan Mahasiswa (HIMAPATRA), Himpunan Mahasiswa Sastra Inggris (HIMASAINTRA) ini merupakan kompetisi foto tingkat nasional dan juga talkshow.

Acara yang dipandu Joanna Kusuma dan Giovano ini bertujuan untuk mengenalkan lebih dalam tentang food blogger dan food photography di Era Jaman Digital tanpa meninggalkan Media Konvensional yang telah ada. Satic 2018 ini terdiri dari 3 acara utama yaitu Workshop, Rally Games dan Talkshow.

Workshop

Pada sesi workshop, Inijie didaulat sebagai pembawa materi. Ia merupakan seorang food photography yang telah berpengalaman dan telah lama menggeluti bidang ini. Sebanyak 40 peserta workshop sangat antusias untuk mengetahui lebih dalam mengenai  food photography. Rangkaian kegiatan workshop juga dilanjutkan dengan sesi praktik di Pasar Rame.

Rally Games

Pada rally games, diikuti oleh total sebanyak 10 kontestan yang masuk babak final kompetisi foto di babak penyisihan dari total sebanyak 75 peserta dari berbagai asal mulai dari Universitas Kristen (UK) Petra, Universitas STP Nusa Bali, Universitas Atma Jaya Jogjakarta, UNIKA Semarang, Binus Jakarta dan Mahasiswa dari Melbourne, Taiwan dan masih banyak lagi.

Talkshow

Sesi talkshow diikuti total 115 peserta. Sharon Loh, seorang food travel asal Jambi menjadi narasumber pada talkshow kali ini. Profesi yang ia geluti ini berawal dengan hobinya menulis sebuah diary saat masih kecil. Maka itu, kini hobi menulisnya tetpa ia tekuni. Tidak hanya Sharon, apa pula Jack Magnifico sebagai narasumber. Jack adalah seorang Food Photopreneur dan Food Photography. Sejak Februari 2014 lalu, Jack mulai meniti karirnya dalam bidang fotografi ini. Hal tersebut berawal dari kebiasaannya untuk mendatangi seminar dan mempelajari dunia fotografi. Narasumber ketiga yang juga menjadi pemateri workshop ialah Inijie.

Sharon Loh berbagi pengalaman nya di dalam Talkshow tersebut, menyebutkan bahwa tidak gampang menjadi Food Travel, sering kali ia mendapatkan komentar negatif soal selera makanan, ia berpendapat bahwa selera setiap orang berbeda-beda. Sharon juga membagikan tips bagaimana dari seorang pemula bisa menjadi Food Travel berdasarkan pengalaman pribadinya yaitu membutuhkan konsisten dan skill yang perlu sering dilatih terutama di bidang Creative Industri harus membuat suatu tempat menjadi menarik, membuat foto semenarik mungkin agar penonton tertarik untuk datang ke tempat itu.

Lain halnya dengan Jack, sejak tahun 2014 ia berawal dari pengetahuan minim mengenai dunia fotografi makanan. Rupanya seminar-seminar yang ia ikuti memberikan manfaat baginya, selain itu Jack juga memberikan tips bagaimana dari seorang pemula bisa menjadi Food Photography berdasarkan pengalaman pribadi nya, ia mengatakan kita harus sering belajar foto setiap waktu, mencari referensi yang sedang trend dan membuka referensi yang jadul-jadul karena bagi dia trend itu sering berputar terkadang trend jadul bisa jadi terkenal lagi dengan sedikit tambahan kombinasi. Ia menambahkan kita harus memiliki konsep pengaturan foto unik tersendiri seperti Tone Warna atau Kontras.

INIJIE meniti karirnya karena kecintaannya terhadap Food Photography. Sebuah kecintaan itu pasti membutuhkan pengorbanan terlebih kita harus memiliki pengetahuan tentang masakan. Rupanya ia belajar Photography secara otodidak, dan dengan mencari referensi di media sosial yang ada. Ia juga membagikan teknik Food Photography yang baik, yaitu harus menonjolkan dari segi kelezatan makanan.

“Acara Talkshow ini menarik, Disini juga banyak menambah ilmu tentang Food Photography” ujar Bella Tjoa salah satu penonton talkshow.

Lunetta berharap agar tahun selanjutnya acara ini dapat berlangsung lagi dan dapat lebih dikembangkan lagi mulai dari mengonsep caption dan foto dari rally games, bikin blogger, dan lebih di improve lagi, ujar dari Ketua Panitia Satic 2018.

About the author /


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Feature

Majalah Kampus di Ambang Keterpurukan
Posted in: Feature

Majalah Kampus di Ambang Keterpurukan Oleh: Veronica Maureen Sebanyak 1000 eksemplar majalah GENTA dicetak setiap edisinya yang seharusnya menjadi sumber pengetahuan baru bagi seluruh sivitas, tak terkecuali mahasiswa. Dan mungkin, sudut pandang paling tepat dalam menentukan keberhasilan pembuatan GENTA adalah dengan menilai sejauh mana informasi dan pengetahuan yang dituliskan mampu diterima oleh seluruh sivitas. Rendahnya […]

Read More