Petra Civil Expo 2018: Sekali Lagi, HIMASITRA Sukseskan Acara Terbesarnya

Fotografer: Boby Kristiyanto W

Petra Civil Expo 2018: Sekali Lagi, HIMASITRA Sukseskan Acara Terbesarnya

Oleh: Denalyn Istianto dan Alvin Wony’s

“Teruskan! Teruskan!”

Sekelompok mahasiswa tampak frustasi melihat jembatan kayu yang pembebanannya dihentikan karena sudah mengalami kepatahan. Berbeda dengan jembatan-jembatan kayu lainnya, jembatan yang satu ini menimbulkan perdebatan karena strukturnya tidak langsung hancur. Patahan yang terjadi juga cukup kecil. Pada akhirnya, pembebanan tetap dihentikan karena patah yang terjadi dinilai sudah melewati ketentuan lomba.

Itulah salah satu keseruan yang terjadi di hari terakhir Babak Final Petra Civil Expo (PCE) yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil Petra (HIMASITRA), Minggu (6/5/2018). Berlangsung di Main Atrium Grand City Mall, Surabaya, rangkaian kegiatan PCE yang telah dimulai sejak 9 Maret 2018 lalu resmi rampung. Babak final Bridge Competition, Earthquake Resistant Design Competition (ERDC), dan Lomba Kuat Tekan Beton (LKTB) berjalan selama tiga hari, mulai Jumat (4/5/2018).

Pada hari pertama dan kedua, 35 tim finalis Bridge Competition dan 10 tim finalis ERDC diberikan waktu untuk membuat maket yang akan diuji pada hari ketiga, juga memberikan presentasi tentang hasil karya mereka. Berbeda dengan kedua lomba tersebut, kesepuluh tim finalis LKTB sudah melakukan tes kuat tekan beton mereka pada 7 April bertempat di Laboratorium Beton Universitas Kristen (UK) Petra, sehingga pada hari Jumat mereka hanya perlu melakukan presentasi.

Masing-masing lomba memiliki standar penilaiannya masing-masing. Misalnya, pada Bridge Competition, nilai akhir adalah berat beban yang dapat ditopang dibagi dengan berat maket itu sendiri. Khusus untuk peserta tingkat universitas, presentasi juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi nilai akhir tim.

PCE tahun ini diramaikan oleh beberapa booth perusahaan konstruksi, misalnya perusahaan yang menyediakan material kimia untuk konstruksi ataupun material atap. Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) pun tak ketinggalan. FTSP menyediakan 2 booth, masing-masing untuk Program Studi (Prodi) Teknik Sipil dan Teknik Arsitektur. Di booth ini, para pengunjung dapat bertanya lebih jauh mengenai masing-masing prodi. Booth Prodi Teknik Sipil juga dihangatkan oleh adanya pameran foto dari para pemenang Civil Analysis and Photography Competition 2018.

Kisah Mereka, Para Pemenang Petra Civil Expo 2018

Antusiasme mengikuti lomba yang berkonsep Teknik Sipil ini ternyata tak hanya datang dari mahasiswa prodi yang bersangkutan saja. Salah satunya adalah Kresna Prasetya, mahasiswa yang berasal dari Departemen Fisika Institut Teknologi Sepuluh Nopember ini mengaku sangat bersemangat mengikuti Bridge Competition kali ini. Uniknya, di antara tim-tim dari universitas lain yang beranggotakan 3 orang, ia maju berkompetisi seorang diri. Meski harus menjalani lomba dengan ketelitian dan motivasi ekstra, Kresna mengaku bahwa dirinya dapat bekerja dengan lebih baik jika sendirian. Usaha dan kegigihannya mengikuti lomba membangun jembatan sejak SMA tak sia-sia. Ia berhasil meraih juara kedua Bridge Competition tingkat universitas.

Tak hanya dari Kresna, antusiasme yang sama datang dari sekelompok siswa dari SMA Katolik Stella Maris, Surabaya. Berawal dari rasa penasaran melihat jembatan kecil yang bisa menahan beban yang berat, Ivan Pathen Ronan mengikuti ekstrakurikuler bridge di sekolahnya. Menariknya, selama mengikuti ekstrakurikuler, Ivan dibimbing oleh Kresna, yang juga merupakan juara kedua Bridge Competition tingkat universitas. Bersama teman-temannya yang tergabung dalam Tim Chrosbird, tahun ini menjadi pertama kalinya ia mengikuti Bridge Competition. Jembatan kayu balsa seberat 23,72 gram milik Tim Chrosbird berhasil menahan beban 53,2 kilogram dan menyabet juara pertama Bridge Competition tingkat SMA.

“Agar yang kita lombakan dapat menjadi penelitian dan pengembangan tentang beton dan jembatan untuk mereka. Karena lomba kali ini tidak hanya mencari pemenang, tetapi juga mencari hal yang baru dari tahun ini,” ujar Dennis Wijaya ketika ditanya GENTA soal harapannya untuk PCE 2018. Dennis juga berharap agar PCE 2019 bisa lebih baik lagi baik dari segi peraturan maupun konsep.

Bagaimana, Sobat GENTA? Tertarik menjelajahi dunia teknik sipil bersama Petra Civil Expo berikutnya?

About the author /


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Feature

Majalah Kampus di Ambang Keterpurukan
Posted in: Feature

Majalah Kampus di Ambang Keterpurukan Oleh: Veronica Maureen Sebanyak 1000 eksemplar majalah GENTA dicetak setiap edisinya yang seharusnya menjadi sumber pengetahuan baru bagi seluruh sivitas, tak terkecuali mahasiswa. Dan mungkin, sudut pandang paling tepat dalam menentukan keberhasilan pembuatan GENTA adalah dengan menilai sejauh mana informasi dan pengetahuan yang dituliskan mampu diterima oleh seluruh sivitas. Rendahnya […]

Read More