Kisah Si Ban Hitam #DivisiIT

Kisah Si Ban Hitam

Oleh : Marselina Rusli

Memakai ban hitam dan master di bidang IT, siapa lagi kalau bukan divisi IT! Divisi yang diasuh oleh Kevin Nyoto ini, memiliki segudang cerita unik penuh perjuangan selama mempersiapkan divisi yang dipenuhi anak teknik informatika ini, berikut kisahnya!

Dengan harapan agar setiap anggota divisinya terampil dan mahir saat bekerja, kevin mengatakan bahwa sebelum WGG dimulai, para badan pengurus harian (BPH) divisi ini mengadakan 2 training, yaitu training operator yang bertujuan agar setiap anggota divisi bisa mengoperasikan EasyWorship dengan baik, dan training website yang bertujuan untuk membekali anggota divisi tentang bahasa pemograman website yang berguna dalam membuat website WGG dan program yang akan digunakan untuk divisi lain.

Menjadi salah satu bagian dari WGG bukanlah perkara yang mudah. Hal ini dibenarkan oleh Kevin, Kevin mengatakan bahwa ia sering merasa adanya tekanan-tekananan.

“Sering sekali saya dan anggota saya merasa tertekan, apalagi waktu WGG. Salah satu yang membuat masalahnya seperti kemungkinan website WGG diretas, lalu program yang kami buat tidak berjalan dengan baik, dan kesalahan operator dalam menjalankan PPT dan video saat WGG. Inilah yang menjadi ketakutan kami,” tutur Kevin. Hal ini disetujui oleh salah satu anggota divisi IT, Elvan. Elvan pun mengatakan bahwa cukup berat untuk menjadi salah satu divisi IT, karena bagi Elvan tidak hanya takut program yang dibuat tidak berjalan dengan baik, tetapi mengatur data mahasiswa baru pun juga susah. Tetapi berkat semangat dari sang kepala, semua itu bisa diatasi. Bagaimana bisa?

“Saya selalu tekankan kepada anggota saya untuk jangan panik dan tetap tenang jika ada masalah. Karena jika kita panik, makan akan susah menentukan jalan keluar,” kata kevin

Tenang dan tidak panik, divisi IT benar-benar EXCELLENT!

 

About the author /


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Feature

Majalah Kampus di Ambang Keterpurukan
Posted in: Feature

Majalah Kampus di Ambang Keterpurukan Oleh: Veronica Maureen Sebanyak 1000 eksemplar majalah GENTA dicetak setiap edisinya yang seharusnya menjadi sumber pengetahuan baru bagi seluruh sivitas, tak terkecuali mahasiswa. Dan mungkin, sudut pandang paling tepat dalam menentukan keberhasilan pembuatan GENTA adalah dengan menilai sejauh mana informasi dan pengetahuan yang dituliskan mampu diterima oleh seluruh sivitas. Rendahnya […]

Read More