Page 32 - GENTA 201
P. 32
Vox Pop
Dr. Aniendya Christiana
Dosen Desain Komunikasi Visual
Siapa yang tidak mengetahui masa kelam untuk komunitas,” ujar perempuan
dari Gang Dolly Surabaya? Di balik kelahiran bulan Desember ini. Sayangnya,
stigma negatif yang melekat, terdapat merealisasikan batik dengan motif yang
permasalahan ekonomi pascapenutupan beragam membutuhkan biaya produksi
lokalisasi di daerah tersebut. Hal inilah yang tidak sedikit dan waktu yang lama.
yang menyebabkan perempuan yang Karena itu, Aniendya dan tim berinovasi
gemar berkebun ini berjuang memajukan untuk mengadakan pelatihan membuat
komunitas di area tersebut yang lebih canting cap yang ramah lingkungan dari
produktif. Berkolaborasi dengan beberapa karton duplex. Adapun motif-motif yang
dosen dari latar belakang keuangan, desain, diangkat pun berasal dari nilai-nilai budaya
dan pemasaran, Aniendya membuat sebuah Gang Dolly yang tidak banyak diketahui
program. Kegiatan tersebut bertajuk orang, seperti corak diesel, anggur, hingga
“Penguatan Industri Rumah Tangga dan gorengan. Tidak berhenti sampai di situ,
Usaha Mikro (IRT-UM) Berbasis Batik: mereka juga turut mendampingi komunitas
Strategi Pemberdayaan Perempuan di Eks dalam merancangkan proses pemasaran
Lokalisasi Dolly Surabaya”. produknya secara kreatif.
Latar belakang program ini berawal saat Ke depannya, dosen kelahiran Malang ini
Aniendya dan tim hendak memberdayakan pun berharap dapat mengembangkan cat
ibu-ibu melalui pembuatan kain batik. pewarna alami bagi komunitas ibu-ibu di
“Percuma ilmu yang tinggi kalau Gang Dolly.***
kemudian tidak bermanfaat secara nyata
Dari keempat kisah Sobat GENTA tentang pengalaman berperan aktif dalam komunitas,
mana yang berhasil menggugah hati kalian? Yang manapun itu, jangan sampai semangat
untuk membawa dampak positif melalui komunitas menjadi padam, ya, Sobat!***
32 | GENTA

