Page 27 - GENTA 201
P. 27
Guratan Pena II
Setelah Kinan menginvestigasi lebih lanjut, ia berhasil
membongkar kebusukan para donatur komunitas. Ternyata,
mereka menjadikan Komunitas Kinasih sebagai wadah pencucian
uang.
“Dion, lihat kelakuan busuk teman-temanmu itu!” Kinan
melempar amplop berisi laporan bukti pencucian uang ke meja
kerja Dion.
Dion membuka amplop tersebut dan mulai membacanya.
Kinan bingung dengan ekspresi Dion yang tampak tenang. Ia pun
kemudian menyadari bahwa Dion-lah pencetus ide gila ini. Sejak
awal, laki-laki itu mengiming-imingi para pejabat melakukan
pencucian uang dengan dalih mendirikan komunitas bagi anak-
anak jalanan.
Dion menghela napas dalam, “Membantu banyak orang
tetap membutuhkan uang, Kin, bukan cuma angan-angan.”
“Tapi nggak seharusnya kamu menyalahgunakan
kekuasaanmu, Yon!” bantah Kinan.
“Setidaknya aku punya kuasa dan take action, kalau
kamu? Kamu punya apa?” balas Dion.
Setelah mendengar itu, Kinan merasa kecewa dan
langsung meninggalkan ruangan. Kinan tidak menyangka
sahabatnya telah berubah menjadi orang yang tamak dan haus
kekuasaan. Laki-laki itu segera diliputi rasa bersalah. Ia sadar telah
melewati batas.
Kinan memang terlahir dari keluarga kurang mampu,
bahkan sempat terpaksa hidup di jalanan bersama keluarganya.
Tidak heran ia memiliki cita-cita mulia untuk mendirikan
Komunitas Kinasih. Nasib Dion pun tidak jauh berbeda. Namun
bedanya, Dion percaya bahwa ia harus menjadi orang berkuasa dan
rela terlibat dalam aksi kotor untuk membantu banyak orang.
GENTA | 27

