Opening Ceremony 22nd COP: Keep Blessing the Nations

Fotografer: Alvin Ramasurya W.

Opening Ceremony 22nd COP: Keep Blessing the Nations

Oleh: Alvin Ramasurya W.

Selasa (17/7/2018) Universitas Kristen (UK) Petra mengadakan Opening Ceremony Community Outreach Program (COP) yang ke-22. Opening Ceremony COP kali ini diadakan di Auditorium Gedung K UK Petra.

Kegiatan diawali dengan pemutaran video sambutan dari Prof. Dr. Ir. Djwantoro Hardjito, M.Eng. Dalam video berdurasi 3 menit tersebut, rektor UK Petra itu mengucapkan selamat datang kepada peserta COP ke Indonesia. Djwantoro juga menjelaskan bahwa COP kali ini diikuti lebih dari 200 peserta yang berasal dari 13 universitas di 7 negara. Setelah pemutaran video, panitia COP mempersembahkan penampilan Tari Saman yang kemudian disusul dengan prosesi perarakan bendera dari negara-negara peserta COP.

Kegiatan kemudian bergulir menuju sambutan dari perwakilan dari bupati Mojokerto. Ia menjelaskan gambaran geografis Mojokerto dan berbagai permasalahan yang ada di desa-desanya. Sambutan yang ketiga datang dari Dr. Ribut Basuki, M.A. Ribut menjelaskan alasan pengangkatan tema Keep Blessing the Nations. “We do hope that the act will be a blessing for the villagers, and the experience will be a blessing for the students,” ujarnya selaku Steering Comitee (SC) COP ke-22. Sambutan dari Ribut diakhiri dengan penabuhan genderang sebagai simbol pembukaan COP ke-22.

Setelah resmi dibuka, kegiatan dilanjutkan dengan Cultural Performance. Pada Cultural Performance, setiap negara diminta membawakan sebuah pertunjukan yang sarat akan budaya mereka. Cultural Performance diawali oleh Hong Kong dan diakhiri oleh Indonesia. Opening Ceremony  COP ke-22 kemudian diakhiri dengan ramah tamah yang diadakan di depan auditorium.

Bagaimana sobat GENTA, siap mengikuti keseruan COP ke-23 tahun depan?

About the author /


Feature

Majalah Kampus di Ambang Keterpurukan
Posted in: Feature

Majalah Kampus di Ambang Keterpurukan Oleh: Veronica Maureen Sebanyak 1000 eksemplar majalah GENTA dicetak setiap edisinya yang seharusnya menjadi sumber pengetahuan baru bagi seluruh sivitas, tak terkecuali mahasiswa. Dan mungkin, sudut pandang paling tepat dalam menentukan keberhasilan pembuatan GENTA adalah dengan menilai sejauh mana informasi dan pengetahuan yang dituliskan mampu diterima oleh seluruh sivitas. Rendahnya […]

Read More