Kegiatan Kepedulian WGG 2018: Fokuskan Interaksi Bersama Anak-anak

Sumber Foto : Divisi Pubdekdok WGG 2018

Kegiatan Kepedulian WGG 2018: Fokuskan Interaksi Bersama Anak-anak

Oleh: Denalyn T

“Besok datang lagi ‘ya, Kak!”

Seruan senang dan ucapan terima kasih terdengar dari siswa-siswi kelas 5 SDN Jepara, Surabaya ketika para mahasiswa baru pamit untuk pulang usai membuat hidroponik sederhana bersama mereka.

**

Rangkaian orientasi mahasiswa baru Welcome Grateful Generation (WGG) tentu tak lengkap tanpa adanya kegiatan kepedulian.  Inovasi unik konsep kegiatan kepedulian tahun ini datang dari ketua WGG 2018, Hans Christian. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, Kegiatan Kepedulian WGG 2018 membawa para mahasiswa baru keluar dari area Universitas Kristen (UK) Petra dan berinteraksi langsung dengan masyarakat, dalam kasus ini yaitu siswa-siswi sekolah dasar (SD). Pada awalnya, Hans menyatakan ingin mengembalikan esensi kegiatan kepedulian. Harapannya, setelah mengikuti kegiatan kepedulian, para mahasiswa baru menjadi peduli – sesuai dengan namanya. Namun kegiatan kepedulian WGG dari tahun ke tahun tidak bersentuhan langsung dengan masyarakat. “Mahasiswa baru hanya bekerja dalam kelompok membuat sesuatu, tapi tidak semuanya berinteraksi dengan warga atau apapun. Mungkin mereka memahami makna dari muralnya (salah satu bentuk kegiatan kepedulian, red), tapi tidak melihat dampaknya. Bagaimana mau peduli?” tutur Hans.

Inovasi Hans berawal dari sebuah artikel yang pernah dibacanya, yang intinya kira-kira berbunyi demikian.

Untuk membuat seorang anak muda menjadi bijak, ia haruslah dekat dengan lansia (lanjut usia) dan anak-anak. Anak-anak adalah orang yang masih polos, mengungkapkan semua yang dipikirkannya. Sedangkan lansia, mereka sudah mengalami banyak asam garam kehidupan, sehingga kita bisa banyak belajar mendengarkan.”

Inilah yang mendorong Hans untuk mengonsep kegiatan kepedulian menjadi interaksi bersama anak-anak SD. Atas beberapa pertimbangan dan untuk memaksimalkan interaksi yang terjadi, mahasiswa Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi angkatan 2015 ini memutuskan untuk memfokuskan kegiatan kepedulian pada anak-anak SD.

Kegiatan di beberapa sekolah seperti SDN Jepara, SDN Alun-alun Contong, SD YPPI 2, SDN Kapasan, dan masih banyak yang lainnya berlangsung selama 3 hari, yaitu Senin (30/7/2018, Rabu (1/8/2018), dan Kamis (2/8/2018). Pembagian shift dilakukan berdasarkan Program Studi (Prodi). Hal yang dilakukanpun beragam, mulai dari membuat hidroponik sampai tote bag.

Banyak cerita unik yang datang dari kegiatan kepedulian, mulai dari ajakan berfoto bersama, sampai ajang pengumpulan tanda tangan mahasiswa yang juga diprakarsai oleh siswa SD itu sendiri. Ada cerita dari para frontline yang memutar otak setengah mati untuk mencari games demi mencairkan suasana, namun ada pula mahasiswa yang langsung “lengket” dengan anak-anak SD tersebut hingga tidak perlu dibimbing lagi oleh para frontline.

Meski demikian, Kegiatan Kepedulian WGG 2018 tak serta merta meninggalkan kawasan UK Petra alias Siwalankerto. Ternyata, kegiatan kepedulian dari UK Petra sangat dinanti oleh warga Siwalankerto. Karena itulah pada hari keempat, yaitu Kamis (3/8/2018), kegiatan kepedulian dilaksanakan di kampus, yaitu membuat parsel untuk warga sekitar.

Kegiatan kepedulian WGG 2018 ternyata cukup menarik perhatian media ‘loh, Sobat GENTA! Bersama dengan Seminar Wawasan Kebangsaan bersama Yosi Mokalu (artikel Seminar Wawasan Kebangsaan bisa Sobat baca di sini), sejauh ini ada sekitar 10 media eksternal yang meliput kegiatan kepedulian, mulai dari Suara Surabaya, Indonesia Terkini, hingga Jawa Pos.

Mantap ‘ya, kegiatan kepedulian tahun ini! Semoga bisa berdampak untuk teman-teman mahasiswa baru juga untuk masyarakat Surabaya.

About the author /


Feature

Majalah Kampus di Ambang Keterpurukan
Posted in: Feature

Majalah Kampus di Ambang Keterpurukan Oleh: Veronica Maureen Sebanyak 1000 eksemplar majalah GENTA dicetak setiap edisinya yang seharusnya menjadi sumber pengetahuan baru bagi seluruh sivitas, tak terkecuali mahasiswa. Dan mungkin, sudut pandang paling tepat dalam menentukan keberhasilan pembuatan GENTA adalah dengan menilai sejauh mana informasi dan pengetahuan yang dituliskan mampu diterima oleh seluruh sivitas. Rendahnya […]

Read More