Closing WGG 2018: “On & Beyond”

Fotografer : Jason Nicklaus

Closing WGG 2018: “On & Beyond”

Oleh: Natania Wahyuni T

Rangkaian kegiatan Welcome Grateful Generation (WGG) akhirnya sudah berada pada penghujung acara pada Senin (6/8). Para mahasiswa baru mengikuti ujian akhir WGG sebagai salah satu aspek penilaian mereka di kelas masing-masing sebelum akhirnya berkumpul mengikuti closing ceremony di Auditorium Universitas Kristen (UK) Petra.  Terkait closing ceremony, akun Instagram resmi WGG 2018 menyatakan sebuah esensi menarik.

“Never limit yourself inside a boundary that you can’t even see. You shouldn’t be afraid of being outside your comfort zone, for you were born to fly higher, love deeper, and serve better.”

Dari esensi ini, akhirnya diusunglah tema “On & Beyond”. “Kami berharap pelajaran yang telah kalian dapatkan di WGG 2018 bisa kalian terapkan sampai seterusnya,” ucap Kevin Leonardo, mahasiswa Program Studi (prodi) Teknik Sipil angkatan 2017 selaku pembawa acara closing ceremony.

Seperti perayaan resmi di UK Petra pada umumnya, acara ini dibuka dengan masuknya barisan Resimen  Mahasiswa (Menwa) memasuki auditorium dengan membawa Bendera Republik Indonesia, Bendera UK Petra, dan bendera fakultas. Acara selanjutnya tentunya berjalan spektakuler. Ada Loft Band yang tampil dari UK Petra. Kerennya closing WGG tahun ini? Tak hanya penampilan dari keluarga besar UK Petra, panitia WGG berhasil meghadirkan tiga pengisi acara dari luar kali ini. Sorak antusias para mahasiswa meningkat saat LED Dancer muncul di panggung. Tak berhenti di situ, penampilan Florenzio Pitta, jebolan Indonesian Idol yang berkolaborasi dengan Oreo Band menghadirkan lagu-lagu yang sedang naik daun di kalangan remaja Indonesia. Terakhir, ada Billy Simpson, juara The Voice Indonesia musim pertama yang juga dikenal sebagai pemimpin pujian dan penulis lagu di JPCC Worship. Pada acara ini, Billy menyanyikan single yang baru ia rilis “Be My Wife”, dan menceritakan kisah asmaranya. Rangkaian drama tentang mahasiswa baru bernama Rachel juga mencapai titik akhirnya.

Lalu, divisi kreatif mempersembahkan dua video, yaitu video dokumentasi selama WGG dan testimoni mahasiswa baru. Dilanjutkan dengan pengumuman pemenang rally games dan Best Yel-yel. Divisi kreatif juga mempersembahkan video pembuatan maskot WGG 2018, Chalind, yang merupakan seekor domba. Hans Christian selaku ketua panitia lalu memperkenalkan BPHK WGG 2018 dan menyanyikan lagu “Doa Kami” secara serentak. Disusul dengan flashmob oleh panitia-panitia WGG, beberapa mahasiswa baru tampak ikut serta berpartisipasi maju ke depan.

Acara pun benar-benar ditutup dengan kemeriahan dan penuh kenangan tak terlupakan. Tentunya melaluinya proses yang tak mudah. Penasaran? Stay tune untuk artikel selanjutnya ya!

About the author /


Feature

Majalah Kampus di Ambang Keterpurukan
Posted in: Feature

Majalah Kampus di Ambang Keterpurukan Oleh: Veronica Maureen Sebanyak 1000 eksemplar majalah GENTA dicetak setiap edisinya yang seharusnya menjadi sumber pengetahuan baru bagi seluruh sivitas, tak terkecuali mahasiswa. Dan mungkin, sudut pandang paling tepat dalam menentukan keberhasilan pembuatan GENTA adalah dengan menilai sejauh mana informasi dan pengetahuan yang dituliskan mampu diterima oleh seluruh sivitas. Rendahnya […]

Read More