Page 16 - GENTA 201
P. 16
Surabaya Corner
Program Coordinator dari RRS,
Ika Damajanti mengaku berdirinya
komunitas ini diinisiasi oleh Rumah Sakit
Onkologi Surabaya (RSOS). Ibu yang
merupakan penyintas kanker payudara
itu pun menceritakan suatu ketika RSOS
kedatangan banyak pasien kanker payudara
pada saat yang bersamaan. Namun, tidak
semua pasien datang serta-merta karena
ingin berkonsultasi maupun berobat, tetapi
ada pula yang sedang mendampingi rekan
pasiennya yang lain. Fenomena ini berhasil
menarik perhatian salah seorang dokter
di rumah sakit tersebut, yaitu Dr. Ario
Djatmiko. Dari situlah, Dr. Ario terpikir
untuk mendirikan sebuah support group
yang dapat memberikan pengaruh positif
dan dukungan hangat bagi pasien-pasien
lainnya. Alhasil, komunitas RRS resmi
berdiri pada tahun 2005 dengan harapan
dapat mendorong masyarakat menyuarakan
Edukasi kesehatan terkait breast cancer awareness oleh
kesadaran tentang kanker payudara. Tidak
komunitas RRS
hanya pendampingan pasien, namun juga Dokumentasi Pribadi RRS
pembekalan ilmu untuk melakukan early
detection.
Tidak berhenti pada literasi dan kesehatan
saja, ruang komunitas juga bisa hadir
melalui medium kreativitas, termasuk
kerajinan tangan. Hal ini dialami langsung
oleh sepasang sahabat, Novy Alfiya dan
Yosy Natalya. Keduanya yang memiliki
ketertarikan terhadap dunia merajut.
Semuanya bermula ketika Novy dan Yosy
menjual produk hasil kreasi rajutan di
salah satu bazar Surabaya Town Square
beberapa tahun silam. Menariknya,
terdapat banyak pengunjung yang tidak
hanya menunjukkan minat pada produk
rajut, tetapi juga menanyakan keberadaan
Beberapa hasil kerajinan tangan oleh komunitas Le
komunitas merajut. Sejumlah besar dari
Tricoteur
mereka memiliki rasa ingin tahu yang tinggi
Fotografer Angelica Feliciona
dan ingin belajar berkreasi menggunakan
untaian benang.
16 | GENTA

