Page 13 - GENTA 201
P. 13
Guratan Pena I
Lalu, kudengar namaku terpanggil,
“Masuklah, kau tak sendiri.”
Halusnya bak buaian angin di pagi hari,
Yang tak berniat menggenggam paksa
Mereka tak menoleh dengan tanya,
atau bahkan ‘tuk sekadar basa-basi
Mereka ada seperti lakara²,
menanti jiwa yang ingin singgah jua
Maka, kubiarkan langkahku menepi,
menyusuri ruang-ruang yang asing
Langkahku rapuh, tapi tetap menajam,
menuju cahaya yang menganggapku ada
Perlahan aku tersadar
Mungkin rumah bukan sekadar dinding,
tapi hati suci yang siap melingkupi,
setiap jiwa yang rindu kehangatan rumah
² Lakara: perahu kecil
GENTA | 13
GENTA | 13

