Page 19 - GENTA 201
P. 19
Mang Bisu
agi ini Mang mendadak ingin buang air
Pkecil. Mang ke toilet dulu, ya. Eh, kok
di dalam toilet ada banyak asap begini? Apa
toilet yang Mang masuki kebakaran, ya?
Tapi, alarm kebakarannya tidak berbunyi.
Kalau mencium aroma yang ditimbulkan
juga ‘harum’, tidak seperti asap pada
umumnya. Ah, sepertinya Mang tahu!
Ini uap yang dihasilkan rokok elektrik!
Waduh..bagaimana ini? Mang menjadi
tidak nyaman menggunakan toilet. Mang
jadi berpikir, apa yang menyebabkan mereka
menggunakan rokok elektrik di dalam
toilet? Mungkin mulut mereka terasa asam
kali, ya, kalau sejam saja tidak merokok.
Namun, mau tidak mau Mang harus
menahan napas daripada terlambat kelas!
Kelas Mang berada di Gedung Q, jadi harus
segera bergegas. Tiba-tiba, langkah Mang
terhenti. Mang beneran berada di Gedung
Q, kan? Kenapa rasanya seperti berada di
kolam renang? Astaga, ternyata gedung baru
ini sedang dilanda banjir. Kalau hal seperti
ini dibiarkan, pasti akan menghambat akses
teman-teman Mang untuk menuju ke
kelas. Kenapa, ya, Gedung Q yang usianya
tidak selama gedung lain bisa mengalami
banjir? Hmm..ini pasti karena bentuk
gedung yang memiliki banyak sekali ruang
terbuka. Berniat membangun gedung yang
Setelah melewati kawanan air, akhirnya
ramah lingkungan, eh malah berujung
Mang bisa sampai di studio dengan selamat.
membahayakan manusia.
Teman-teman Mang sudah pada datang,
meja kursi yang tersedia mulai terisi penuh.
Eh, sebentar, kenapa raut wajah mereka
sepertinya kesal, ya? Waduh..sepertinya
ada hal yang Mang lewatkan. Mang pun
mencoba bertanya kepada teman-teman.
Ternyata, mereka kesal dengan kepala studio
yang suka mengganti modul secara tiba-
tiba. Kalau gitu, sih, Mang juga kesal karena
harus membuat ulang tugas yang sudah
diberikan. Mang berharap ke depannya
kepala studio bisa menginformasikan jauh-
jauh hari ketika modulnya hendak diubah.
GENTA | 19

