Communiphoria 2020: Tinggalkan Jejak yang Baik Bagi Bumi

Fotografer: Nicholas Abdiel

Communiphoria 2020: Tinggalkan Jejak yang Baik Bagi Bumi

Oleh: Patrick Jonathan

Acara terbesar dari program studi (prodi) Ilmu Komunikasi (Ikom) Universitas Kristen (UK) Petra kembali hadir. Communication Euphoria atau biasa disebut Communiphoria ini merupakan rangkaian kegiatan lomba dan workshop untuk siswa SMA bertaraf nasional di bidang Ikom. Tahun ini, Communiphoria mengusung tema lingkungan hidup dengan judul “Handprints“. Tema tersebut diambil dengan tujuan mengajak peserta lomba untuk mengeluarkan karya-karya yang tidak hanya kreatif, tetapi juga bisa berdampak baik bagi lingkungan. Berlangsung sejak 10 Januari 2020, Communiphoria 2020 telah memasuki babak final pada Jumat (13/3/2020) dan Sabtu (14/3/2020).

Hari pertama, Jumat (13/3/2020), finalis Communiphoria 2020 diajak berkunjung ke Taman Flora Bratang dan Taman Prestasi Surabaya. Mereka mendengarkan penjelasan dari Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) kota Surabaya mengenai pengelolaan taman dan pemberdayaan masyarakat. Selain itu, ada pula penjelasan dari komunitas Earth Hour yang terkenal dengan ajakan untuk mematikan lampu jika tidak diperlukan. Finalis yang terdiri dari delapan sekolah ini harus membuat karya sesuai bidang lombanya masing-masing.

Bidang TV Production membuat video soft news mengenai dua taman yang telah mereka kunjungi. Bidang radio harus membuat siaran feature yang membahas mengenai lingkungan hidup. Bidang jurnalistik harus membuat infografis mengenai taman-taman yang telah mereka kunjungi. Bidang Public Relation (PR) membuat destination branding untuk pengembangan Taman Flora dan Taman Prestasi.

Hari kedua, Sabtu (14/3/2020), merupakan pelaksanaan penjurian babak final. Bertempat di Pakuwon Mall Surabaya, finalis saling beradu karya masing-masing. Nantinya akan diambil tiga juara umum dan satu juara pada setiap bidang lomba. Bidang PR dan jurnalistik dinilai oleh Dr. Fanny Lesmana, S.Sos., M.Med.Kom., Xena Levina Atmadja, S.Ikom., dan Agnes Marcelia Sumana, S.Ikom.. Sedangkan untuk bidang TV dan Radio akan dinilai oleh Jemmy Lesmana, Reno Reksa, S.Ikom., dan Melarissa Sjarief, S.Ikom., M.F.A. Tidak hanya penjurian, pada hari kedua ini juga ada talkshow. Talkshow tersebut membahas mengenai penulisan naskah film dengan Melarissa Sjarief sebagai pembicara. Melarissa membagikan pengalamannya ketika menjadi co-writer film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini.

“Menang atau kalah adalah hal biasa. Semoga ide ide mereka dapat terealisasi dan bisa diterapkan ke kehidupan nyata, sehingga bisa membantu memperbaiki lingkungan,” ucap Jessica Idelia selaku ketua panitia Communiphoria 2020. “Semoga Communiphoria kedepannya bisa dikenal lebih luas lagi dan dapat mengenalkan prodi Ikom UK Petra lebih luas lagi,” ucap Jessica menambahkan.

“Saya mau ikut Communiphoria karena tertarik bidang perfilman, dan menjadikan kegiatan ini untuk mengasah skill saya. Kegiatan ini seru banget, bisa pergi sama teman-teman dari Bali kesini. Gak nyangka juga sih bisa dapat juara satu umum,” ucap Wijanara Dyota, siswa SMAK St. Yoseph Denpasar.

Tagged with:     , ,

About the author /


Avatar