Bharatika 2020 : Bersatu pada Titik Temoe

Fotografer: Jessica Kristy, Nicholas Abdiel, dan Yulius Giovani

Bharatika 2020 : Bersatu pada Titik Temoe

Oleh: Gabriele Tjiphanata

Pandemi Covid-19 banyak menyebabkan perubahan rencana yang telah disusun oleh umat manusia. Kebijakan work from home dari pemerintah juga menimbulkan beberapa dampak konkret. Salah satunya, rangkaian acara Bharatika Creative Design Festival (Bharatika) yang harus mengubah total konsep acara yang telah digadang-gadang sejak jauh hari. Bharatika sendiri merupakan festival seni dan desain yang diselenggarakan oleh Fakultas Seni dan Desain (FSD) Universitas Kristen (UK) Petra. Awarding night yang harusnya menjadi puncak acara dengan kegiatan pameran karya, festival, workshop dan creative talk terpaksa harus diadakan secara daring pada Senin (4/5/2020), tepatnya pukul 18.00 WIB. Namun, hal itu tidak membuat semangat penyelenggara acara Bharatika menjadi surut. Seluruh rangkaian kegiatan dilakukan secara daring menggunakan medium youtube.

Mengusung tema “Titik Temoe”, ketua pelaksana Gabriela Wijaya berharap keterbatasan acara ini bukan menjadi sebuah halangan melainkan tantangan dan pemacu sebagai insan muda kreatif untuk terus berkarya. “Saya berharap dengan tema titik temoe, setiap individu yang memiliki karakteristik beda-beda dapat bersatu dan memadukan kemampuan yang dimiliki untuk berdampak bagi banyak orang. Meskipun dalam keterbatasan, ini saatnya kita bersatu dan menggunakan segala kemampuan kita untuk memerangi pandemi dengan ke kretivitasan kita,” ujar Gabriela.

Wakil Dekan Fakultas Seni dan Desain (FSD) Universitas Kristen (UK) Petra, yakni Ronald Hasudungan Irianto Sitindjak, S.Sn., M.Sn turut memberikan sambutannya. Ronald menyampaikan bahwa keadaan sedang memaksa dan menuntut insan muda kreatif untuk mengambil peran lewat kompetensi desain. “Kita sebagai insan muda kreatif harus mengambil bagian untuk menjadi solusi dan bukan masalah. Dalam keterbatasan, kita harus tetap menyumbangkan ide dan karya inovatif yang harapannya akan membantu bangsa dan negara kita,”  ujarnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pengumuman pemenang lomba dengan kategori Agni (Desain Interior), Tirta (Desain Komunikasi Visual), Bayu (Desain Produk) dan Buana (Sekolah Menengah Atas). Selain itu, terdapat penghargaan khusus kepada universitas yang mendapatkan skor akumulasi terbanyak (Best University). Lomba-lomba ini diikuti  oleh lebih dari 400 peserta. Angka ini mencetak rekor peserta terbanyak dari tahun-tahun sebelumnya. Koordinator divisi lomba, Elizabeth Venska juga mengungkapkan keluh kesahnya ketika harus mengubah sistem penjurian lomba. Seminggu sebelum penjurian berlangsung, Covid-19 tiba-tiba menyebar luas di Jakarta, padahal untuk lomba kategori Agni dan Tirta, Bharatika mengundang juri yang berdomisili di Jakarta. “Awalnya, kita ingin ada segmen meet the judges, dimana juri membedah karya finalis, lalu finalis dan masyarakat umum diperbolehkan untuk mengajukan pertanyaan. Kita ingin ada interaksi antara juri dan finalis secara langsung. Sayangnya, rencana itu harus batal dan sistem penjurian dilakukan secara daring dengan video call bersama juri melalui medium skype,” ucap Venska.

Anabella Rosalina, atau yang kerap disapa Bella, merupakan salah satu mahasiswa UK Petra yang berhasil memenangkan lomba Interior Styling untuk kategori Agni. Bella juga memberikan kesan dan pesannya selama mengikuti perlombaan Bharatika.  Bella mengungkapkan bahwa ia tidak menyangka akan menang karena dihadapkan dengan saingan yang cukup berat. Namun, dalam hati kecilnya ia masih punya setitik harapan. Meskipun ia tidak bisa secara langsung merasakan kemeriahan acara Bharatika seperti tahun sebelumnnya, Bella sangat bangga karena berkesempatan menang dalam acara yang besar dan berskala internasional ini. Ia memiliki harapan bahwa acara Bharatika kedepannya akan terus mengalami perkembangan agar acara ini bisa bersaing dengan festival desain lainnya.

Gimana nih, Sobat GENTA? Keren banget ya seluruh penyelenggara acara Bharatika tahun ini. Meskipun semuanya serba terbatas, namun mereka tetap semangat untuk menjalankan acara ini. Sampai bertemu di Bharatika tahun depan ya. Stay Safe, Stay Healthy and Stay Creative!    

About the author /


Avatar