Bangun Sikap Kritis terhadap Kemajuan Teknologi

Fotografer: Samantha Prijadi Purwono

Bangun Sikap Kritis terhadap Kemajuan Teknologi

Oleh: Amelia Syatriadi

Seiring berjalannya waktu, teknologi terus mengalami perkembangan. Salah satu bentuk nyatanya adalah kemunculan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam kehidupan manusia. Namun, layaknya dua sisi mata uang koin, kecerdasan buatan memiliki dampak positif dan negatif. Bahkan tanpa disadari, kecerdasan buatan dapat mengusik kehidupan rohani manusia. Hal inilah yang mendorong Pelayanan Mahasiswa (PELMA) Universitas Kristen (UK) Petra untuk menggelar veritas webinar bertajuk “Artificial Intelligence: Friend or Foe?” pada Kamis (12/11/2020). Webinar ini berlangsung secara daring melalui Zoom dan terbuka bagi seluruh mahasiswa UK Petra maupun umum.

Soegiarto Samuel mengawali acara dengan doa pembuka pada pukul 18.00 WIB. Setelah itu, Prof. Dr. Ir. Djwantoro Hardjito, M.Eng. selaku rektor UK Petra turut hadir untuk menyampaikan kata sambutannya. Djwantoro berharap acara ini dapat membantu peserta untuk menelaah lebih kritis mengenai perkembangan teknologi sekarang ini. 

Ferdy Kurniawan dan Wulan Ayu selaku Master of Ceremony memandu acara yang berlangsung dalam dua sesi ini. Sesi pertama menghadirkan Prof. Dr. (H.C.) Ir. Rolly Intan, M.A.Sc., Dr. Eng. selaku Rektor UK Petra periode 2009-2017 yang berfokus pada ilmu Fuzzy Logic. Sementara sesi kedua mengundang Prof. John C. Lennox selaku Profesor Matematika Emeritus di Universitas Oxford.

Pada sesi pertama, Rolly menjelaskan mengenai konsep dan perkembangan kecerdasan buatan. Rolly menggambarkan kecerdasan buatan sebagai pisau. Pisau ini dapat digunakan untuk membantu keseharian manusia. Namun, di sisi lain, pisau juga dapat melukai orang lain. Oleh karena itu, dampak yang ditimbulkan bergantung pada penggunanya. Jika dikaitkan dengan kehidupan rohani, Rolly berpendapat, “AI tidak akan bisa menggantikan kebutuhan spiritual kita sebagai manusia. Jadi, AI tidak akan bisa memutuskan hubungan kita dengan Tuhan.”

Memasuki sesi kedua, Judith Moulds B.Sc., AKC, M.A., M.Ed. hadir untuk mewawancarai John selaku narasumber. Selain itu, Gracia Sudargo, S.S., M.Hum. membantu menerjemahkan penyampaian materi ke dalam bahasa Indonesia agar memudahkan peserta untuk memahaminya. Dalam kesempatan ini, John turut memperkenalkan bukunya yang berjudul “2084: Pandangan Kristen tentang Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence) dan Masa Depan Umat Manusia. Menurut John, adanya perkembangan ilmu pengetahuan saat ini tidak dapat menjawab pertanyaan dasar mengenai eksistensi manusia. Hal inilah yang mendasari alasan kecerdasan buatan tidak mampu mengambil alih posisi Tuhan. Sebaliknya, justru kemampuan manusia dalam mengembangkan teknologi inilah yang menyadarkan mereka akan kebesaran Tuhan.

Dalam acara ini, peserta juga mendapat kesempatan untuk mengajukan pertanyaan mengenai perkembangan AI dan hubungannya dengan iman Kristiani. Pertanyaan tersebut kemudian dijawab secara langsung oleh kedua pembicara. Doa penutup kemudian mengakhiri rangkaian kegiatan veritas webinar kali ini.

Di era modern ini, teknologi memang mengalami perkembangan yang sangat pesat. Oleh karena itu, Sobat GENTA harus bijak dan bersikap kritis dalam menghadapi segala perubahan yang terjadi. Jangan sampai kehadiran kecerdasan buatan membawa dampak negatif dalam kehidupan, apalagi menjauhkan Sobat GENTA dari Tuhan!

About the author /


Avatar