Logo Genta
GENTA Petra Logo

Servant Leadership Training 2026: Tempa Pemimpin Hidupi Peran

Diterbitkan pada: 21 September 2026 Reporter: Angelica Feliciona Theritno Fotografer: Anne Limansyah

Servant Leadership Training 2026: Tempa Pemimpin Hidupi Peran

Hari pertama Servant Leadership Training (SLT) 2026 bertempat di Auditorium Gedung Q, Universitas Kristen Petra (UK Petra) pada Jumat, (28/08/2026). Program ini dirancang wajib bagi mahasiswa Student Journey ‘Stewardship’ untuk memberikan identitas baru serta wadah belajar khusus bagi mahasiswa UK Petra. Implementasi tersebut memegang andil dalam menggapai Global Socio-leader, sasaran profil lulusan universitas.

Master of Ceremony (MC), Sharon Eleora (Arsitektur, 2025) dan Samuel Kenneth Susanto (Informatika, 2024), membuka acara dan mengundang Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UK Petra, Dr. Rudy Setiawan, S.T., M.T. Dalam kata sambutannya, Rudy berpesan, “Jadilah perpanjangan tangan Tuhan di mana pun Tuhan menempatkan kalian nanti.”

Acara diteruskan dengan penyampaian garis besar pengadaan SLT dan pemaparan profil lulusan ideal Whole Person Education (wHOPE). Sastra Budiharja Santoso, S.Psi., M.Th., sebagai salah satu pemateri, menjabarkan perubahan hidup pribadi dengan lima aspek yaitu spiritual, mental, intelektual, fisikal, dan sosial. Ia menyatakan, “Tidak mungkin satu program bisa menjawab semua mahasiswa menjadi Global Socio-leader.” Karena itu, terdapat pula beberapa Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) yang membedah pemenuhan tersebut. 

Peserta diajak menganalisis goal, process, audience, improvement, dan information gap sebuah program kerja. Analisis diperdalam melalui pengenalan metode Strength, Weakness, Opportunity, dan Threats (SWOT). Peserta juga diperkenalkan pada metode Specific, Measurable, Achievable, Relevant, dan Time-bound (SMART) guna menyusun tujuan program secara terukur.

Sejalan dengan tema “Rising With Purpose, Inspiring Others”, SLT 2026 merespons menurunnya critical thinking dan sikap inisiatif mahasiswa. Kegiatan ini berupaya menanamkan pemahaman bahwa kepemimpinan terwujud melalui keteladanan menjalankan peran. “Tentu saja menjabat bukan tentang posisi, tapi juga teladan bagaimana cara memimpin. Bukan memimpin untuk memerintah, tapi memimpin untuk mengarahkan bawahan dengan baik,” ungkap Ketua Acara, Aileen Clarissa Prasetia (Strategic Communication, 2024).

Melalui pembekalan materi dan evaluasi bersama, mahasiswa Student Journey ‘Stewardship’ diharapkan mampu menjaga keberlangsungan organisasi ketika kelak “dilepas”. Mereka juga berkewajiban mempertahankan keselarasan visi masing-masing Lembaga Kemahasiswaan – Keluarga Besar Mahasiswa (LK-KBM) UK Petra.