Punch Needle Totebag 2025: Berekspresi Melalui Karya
Diterbitkan pada: 28 June 2025 Reporter: Sheryl Gunawan Fotografer: Agatha Nadya
Sabtu (26/04/2025), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Dekorasi Petra Christian University (PCU) mengadakan kegiatan workshop “Punch Needle Totebag”. Punch needle sendiri merupakan salah satu teknik bordir yang dapat dibuat menjadi suatu kerajinan. Mengangkat tema “Easter in Style”, workshop ini ingin mencerminkan semangat keceriaan dari suasana perayaan paskah yang masih berlangsung.
Diikuti sebanyak 58 peserta, workshop ini bertujuan untuk memperkenalkan teknik bordir kuno yang sudah jarang digunakan oleh orang lain kepada mahasiswa. Peserta juga diajarkan untuk memadukan teknik ini dengan tren fashion modern yang biasanya sering digunakan mahasiswa seperti penggunaan totebag.
Acara dimulai dengan sambutan oleh Livia Sari (Desain Komunikasi Visual, 2023) selaku ketua acara dan David Vincentius (Informatika, 2021) selaku ketua Badan Eksekutif Mahasiswa. Melalui sambutan, keduanya berterima kasih kepada para peserta yang sudah hadir pada workshop ini.
Workshop dilanjut dengan penjelasan teknis oleh Ihda Amaliyah S.Ds selaku pembicara. Ihda menjelaskan mengenai alat yang digunakan selama workshop berlangsung, lalu menjelaskan mengenai cara untuk membordir dengan teknik punch needle. Para peserta pun langsung dapat melakukan praktek dengan alat yang sudah disediakan. Proses bordir dimulai dengan menggambar di totebag sesuai tema dan dilanjutkan dengan membordir sesuai penjelasan Ihda. Setelah membordir, para peserta menggunting sisa benang agar rapi lalu menyelesaikan tote bag menggunakan lem agar bisa awet.
Setelah itu, diadakan sesi awarding, dengan pemenang hasil workshop terbaik sebagai berikut:
Di penghujung acara, sesi dokumentasi dilakukan dengan menunjukkan totebag yang telah dibordir menggunakan teknik punch needle oleh para peserta.
“Harapanku untuk kedepannya adalah workshop ini bisa menjadi ide atau fondasi bisnis kedepannya. Mungkin para peserta yang mengikuti workshop ini ada rasa ketertarikan dan belajar lebih dalam lagi mengenai teknik ini dan dapat menambah kolaboratif antara peserta dan orang lain. Peserta dapat lebih bersosialisasi dan mengenal orang lebih dalam, dan menambah wawasan baru mengenai teknik bordir kuno ini”, ucap ketua acara dalam wawancara singkat.