PIFF 2026: Dari Screening Hingga Talkshow Chandra Liow
Diterbitkan pada: 07 October 2026 Reporter: Valencia Diandra Syalomita Fotografer: Ryco Elka Chandra, Michelle Stephanie Pitoyo
Petra International Film Festival (PIFF) 2026 digelar selama dua hari dengan mempertemukan para insan perfilman. Acara dilaksanakan pada Jumat (29/05/2026) dan Sabtu (30/05/2026) yang bertempat di Auditorium Gedung Q, Universitas Kristen Petra. Mengusung tema “The Gap Standers”, terdapat tiga kategori dalam festival ini. Gap in a Minute untuk film pendek berdurasi 1 menit. Voices in the Gap, film dokumenter pendek yang dibuka untuk masyarakat umum. Sementara itu, Student Gap Standers diperuntukkan bagi siswa sekolah.
Hari pertama dibuka oleh Patricio Kenneth Liemsela (Strategic Communication, 2025) dan Evelyn Gabriella Widyanto (Strategic Communication, 2025) selaku Master of Ceremonies (MC). Acara kemudian dilanjutkan dengan penayangan film yang menampilkan berbagai film dari kategori Voices in the Gap dan Student Gap Standers. Film-film tersebut menghadirkan beragam tema, perspektif, dan visual karya.
Pada kategori Voices in the Gap menampilkan:
Sementara itu, kategori Student Gap Standers:
Rangkaian acara dilanjut pada hari kedua sebagai hari terakhir PIFF 2026. Acara diawali dengan pembuka oleh MC Reinard Vincent Budiman (Strategic Communication, 2025) dan Keisya Cleine Tan (Strategic Communication, 2025). Acara dilanjut dengan film screening kategori Gap in a Minute.
Kategori Gap in a Minute menampilkan:
Setelah sesi screening, acara dilanjutkan dengan talkshow bersama konten kreator sekaligus filmmaker, Chandra Liow. Dalam sesi talkshow, Chandra membagikan perjalanan karier sebagai sutradara dan kreator di industri kreatif. Ia menjelaskan, setiap orang memiliki fase kehidupan yang berbeda.
“Bayangkan hidupmu seperti sebuah film. Setiap waktu pasti ada fasenya sendiri-sendiri.” Maka dari itu, Ia menekankan untuk menikmati setiap proses yang sedang dijalani.
Sebagai penutup, PIFF 2026 menggelar Awarding untuk memberikan apresiasi kepada karya-karya terbaik.
Kategori Best of Voices in the Gap dimenangkan oleh 'Adas Falasteen'. Film tersebut mengangkat kisah mengenai kehidupan di Palestina saat ini yang dikemas dalam film dokumenter.
Kategori Best of Student Gap Standers berhasil diraih oleh 'A Cat Can Look at A King'. Film ini berkisah tentang remaja lelaki pembawa seekor kucing yang dianggap lemah oleh orang tuanya.
Selanjutnya kategori Best of Gap in a Minute diperoleh oleh Bunga Kesayangan Bapak. Film ini mengisahkan trauma besar di rumah oleh seorang anak yang memengaruhi performa akademiknya.
Michael Juan Ivander Widiarto (Creative Media Communication, 2024) sebagai Festival Director dalam PIFF 2026 turut memberikan kesannya dalam acara ini.
Menurut Michael, PIFF 2026 berhasil melampaui ekspektasi awalnya. “Kami jujur nggak menyangka kalau peserta kami bisa sampai ke benua lain, karena awalnya target kami sebenarnya adalah Asia.” Antusiasme peserta yang datang dari berbagai negara menjadi pencapaian tersendiri bagi festival ini. Hal ini menjadi motivasi bagi panitia untuk terus mengembangkan PIFF di tahun-tahun selanjutnya.
PIFF 2026 menjadi wadah kreatif bagi filmmaker untuk menyampaikan ide mereka melalui karya film. Festival ini diharapkan mendorong lahirnya karya berkualitas dan memajukan industri perfilman di seluruh dunia.