Pameran “COUNTER ATTACK” 2025: Mahasiswa Berseni, Mahasiswa Beraksi
Diterbitkan pada: 07 July 2025 Reporter: Belinda Averina Fotografer: Darrent Valentino
Rabu (30/04/2005), mahasiswa Mata Kuliah (MK) Design Culture dari Program Studi (Prodi) Desain Komunikasi Visual (DKV) menyelenggarakan pameran desain poster di Galeri LOOK, Q.08.01, Gedung Q Petra Christian University (PCU). Bertemakan “Counter Attack”, Obed Bima Wicandra, S.Sn., MA., salah satu dosen DKV MK Design Culture, menjelaskan bahwa pameran tersebut mengangkat banyaknya suara mahasiswa yang tidak didengar oleh para petinggi negara Indonesia. Melalui pameran ini, sebanyak 57 poster yang dipajang di dinding galeri oleh mahasiswa DKV angkatan 2022 dan dua dosen DKV (Bing Bedjo Tanudjaja dan Rifki Athallah).
“Poster mampu menjadi media yang ikut melakukan penyadaran sosial bahwa kondisi Indonesia sedang tidak baik-baik saja”, ujar Obed dalam wawancara online. Pameran ini merupakan adalah tugas dari mata kuliah Design Culture dimana materinya menyesuaikan dengan kondisi yang sedang terjadi di Indonesia. Dalam materinya, Obed bersama lima dosen lainnya mengajarkan dan mendorong mahasiswa DKV agar menjadikan desain sebagai alat perubahan sosial. Berbagai gaya desain yang dituangkan dalam karya poster seperti gaya punk, gaya bauhaus, gaya de stijl, dan gaya konstruktivisme Rusia.
Pukul 16.00 WIB, acara dibuka dengan dua puisi kritis yang dibawakan oleh Obed. Puisi pertama berjudul “Aku Tulis Pamflet Ini” karya WS Rendra dan puisi kedua berjudul “Peringatan” karya Wiji Thukul. Wiji Thukul merupakan salah satu aktivis yang dihilangkan oleh negara dan belum ditemukan keberadaannya hingga sekarang. Sehabis pembacaan puisi, Vanessa Febriani (Creative Media Communication, 2023) dan Christian Danuarta (DKV, 2022) membawakan orasi politik mengenai kondisi carut marutnya pemerintahan Prabowo sebagai Presiden Indonesia dan pengesahan Undang-undang Tentara Nasional Indonesia (UU TNI). Hal ini berpotensi mengancam demokrasi Indonesia serta sifat pemerintah untuk menjadi anti kritik.
“Adanya orasi politik dari perwakilan mahasiswa yang membuat acara ini menjadi semakin panas dan menarik untuk kunjungi”, ujar Obed. Ada pula penampilan project mapping tentang kritik sosial hasil dari poster-poster yang dianimasikan oleh beberapa mahasiswa DKV angkatan 2022 seperti Cornelius Jason Alexander, Eben Haezer C.F., Tesalonika Chrisanti, Jason Christoabdi Nugroho, dan Marselino Putra Layarta. Mereka bekerja sama karena memiliki pengalaman dalam mengulik video mapping di beberapa kepanitiaan sebelumnya. “Karena video mapping semakin mudah dipelajari saat ini sehingga di zaman sekarang juga semakin banyak video mapping digunakan di berbagai event untuk memberikan experience baru kepada pengunjung”, ujar Cornelius dalam wawancara online.
Berbagai software bisa digunakan dalam project mapping seperti MadMapper, Resolume Arena, Touch Designer, dan lainnya. “Tapi disini aku pake Resolume Arena karena yang aku kuasai dan banyak dipake di Indonesia”, ucap Jason. Jason berharap agar kita bisa menyampaikan berbagai pemikiran kita sebagai mahasiswa yang kritis terhadap apapun di sekitar kita seperti melalui media kreatif dalam pameran. “Di ruang lingkup akademik kampus bisa terfasilitasi dengan baik dan bersama dosen-dosen yang membimbing, menjaga, dan mendukung mahasiswanya”, ujar Jason.
Sepakat dengan Jason, Obed berharap mahasiswa PCU semakin sadar pada kondisi sosial politik di Indonesia dan ikut menyuarakan kegelisahan masyarakat Indonesia. “Sebagai mahasiswa, sudah seharusnya mahasiswa berada di barisan terdepan dalam membela mereka yang tertindas, ter-diskriminasi, dan diperlakukan tidak adil”, tutup Obed dalam wawancara online.