Logo Genta
GENTA Petra Logo

KBM IX: Langkah Kecil untuk Mencintai Lingkungan

Diterbitkan pada: 09 January 2026 Reporter: Raymond Chandler Gunawan, Sheryl Gunawan Fotografer: Felicia Cathlynn Sutanto, Michelle Stephanie Pitoyo

KBM IX: Langkah Kecil untuk Mencintai Lingkungan

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Petra Christian University (PCU) kembali menyelenggarakan Kampung Binaan Mahasiswa (KBM) IX. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari dengan total empat shift. Tahun ini, KBM mengusung tema “Ecolibrium”, yang diambil dari dua kata yaitu ‘ecology’ dan ‘equilibrium’. Ecology memiliki arti alam atau makhluk hidup, serta equilibrium yang berarti keseimbangan. Melalui tema tersebut, diharapkan dapat meningkatkan keseimbangan antara manusia dengan lingkungan.

Sabtu (22/11/2025), para peserta Kampung Binaan Mahasiswa (KBM) IX berkumpul di Kolam Jodoh Gedung W untuk melakukan briefing. Setelahnya, peserta diarahkan menuju kantor Kelurahan Siwalankerto yang sudah dihadiri ibu-ibu dari kelurahan Siwalankerto. Mayoritas warga Kelurahan Siwalankerto merupakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah sehingga terpilih menjadi peserta workshop. Sesampainya di lokasi, rangkaian utama acara dimulai dengan sesi sambutan.

Kata sambutan pertama disampaikan oleh Marcell Nathaniel Julian (Teknik Elektro, 2024) sebagai ketua acara dari KBM IX. Dalam pidato singkatnya, Marcell memberikan gambaran mengenai alur lokakarya yang akan berlangsung. “Nanti kita akan langsung coba bersama dosen dari Teknologi Pangan PCU,” ucapnya. Ia berharap agar kegiatan ini dapat mendorong warga untuk ikut berpartisipasi mengurangi limbah plastik.

Fitriyani Pramawati sebagai perwakilan warga Kelurahan Siwalankerto menyampaikan pentingnya kesadaran lingkungan. “Plastik-plastik inikan sudah banyak, bikin meresahkan,” ucapnya. Fitriyani menekankan peran KBM IX sebagai ruang pembelajaran dalam pengelolaan plastik yang bijak.

Acara berlanjut dengan sesi workshop yang dipimpin oleh Dr. Renny Indrawati, S.TP., M.Nat.S.C., M.Si. (Dosen Teknologi Pangan PCU). Ia ditemani oleh Yosinta Christie Setiabudi, S.T.P., M.Sc. (Dosen Teknologi Pangan PCU) dalam pemaparan materi.

Sesi workshop dibagi menjadi dua tahap, yaitu pembuatan edible plastic dan tahap penggunaan. Setiap tahap diawali dengan pemaparan materi oleh Renny dan Yosinta, disertai demonstrasi langsung proses pembuatan edible plastic. Pada tahap pertama, peserta mengambil bahan-bahan yang diperlukan pada beberapa pos yang telah disediakan. Setelah itu, peserta akan mengikuti instruksi dari dosen selama proses pembuatannya. Pada tahap kedua, peserta diarahkan untuk mengupas edible plastic dari wadahnya. Setelah dikupas, edible plastic digunakan untuk membungkus bubuk minuman. Selanjutnya, bubuk yang sudah terbungkus diseduh dalam air panas agar bubuk tersebut terurai dalam air.

Dilanjutkan hari kedua pada Minggu (23/11/2025), dengan rangkaian acara yang sama tetapi berbeda workshop. Workshop yang dibawakan adalah ecobricks, kegiatan mendaur ulang sampah plastik menjadi pot hias yang menarik. Pot tersebut kemudian digunakan untuk menanam cabai, sehingga dapat memberikan manfaat yang nyata bagi warga sekitar. Kegiatan diawali dengan peserta memotong galon yang sudah disediakan. Lalu, memasukkan tanah dan tanaman cabai ke dalam galon tersebut. Kemudian, galon tersebut dicat. Tidak hanya itu saja, peserta juga memasukkan berbagai sampah plastik ke dalam botol hingga botol tersebut menjadi padat. 

Dengan adanya KBM IX, diharapkan agar para peserta dapat menerapkan edible plastic dan ecobricks dalam keseharian. Serta, ketua acara berharap agar tetap menjaga keseimbangan lingkungan.