COMMET 2026: Ketika Budaya Bertemu Keberanian dan Kreativitas
Diterbitkan pada: 07 July 2026 Reporter: Richella Desiree Adiputra Fotografer: Evelyn Michelle
Satu tahun berlalu, pada Jumat (27/03/2026), Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Petra (HIMAKOMTRA) kembali mengadakan Communication Excellent Training (COMMET) 2026. COMMET merupakan program tahunan yang bertujuan memberikan pelatihan bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Kristen Petra (UK Petra). Tahun ini, COMMET 2026 berkembang ke skala regional sehingga menjangkau peserta yang lebih luas. Dengan tema “Napas Lewu: Nada, Rasa, Kata dari Borneo untuk Semua” yang mengangkat kebudayaan Borneo atau Kalimantan. Melalui tema ini, diharapkan keberagaman budaya Kalimantan tidak hanya dinikmati segelintir orang, melainkan dikenal lebih luas dalam masyarakat.
Acara dibuka oleh Veinard Javier Hanli Pinaria (Strategic Communication, 2025) selaku Master of Ceremony (MC). Kemudian, Ketua Acara COMMET 2026, Febeline Gissele Christanti (Creative Media Communication, 2024), menyampaikan sambutan kepada para peserta. Berasal dari Kalimantan, Febeline menyoroti bahwa budaya daerah asalnya masih kurang mendapatkan perhatian luas.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Arnetha Natalia Kristian (Strategic Communication, 2023) selaku Ketua HIMAKOMTRA periode 2025/2026. Dalam sambutannya, Arnetha berharap seluruh pihak dapat belajar bersama, membangun koneksi, serta menjalin kolaborasi yang lebih baik. Rangkaian sambutan ditutup oleh Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi 2025/2026, Jandy Edipson Luik, S.T., M.A.Comms., Ph.D., yang menyambut para peserta, termasuk mahasiswa dari berbagai universitas. Ia juga memperkenalkan Gedung Q serta kehidupan kemahasiswaan di Universitas Kristen Petra sebagai ruang mengeksplorasi kreativitas dan mengembangkan potensi diri.
Materi pertama disampaikan oleh budayawan, Romiana, S.Hum., M.Hum. Dalam pemaparannya, Romiana memperkenalkan keberagaman budaya Kalimantan yang mencakup berbagai suku, seperti Dayak dan Kutai. Ia juga menjelaskan kekayaan budaya Kalimantan, mulai dari kesenian, pakaian adat, rumah adat, hingga keanekaragaman flora dan fauna. Pada ruang workshop ini tersedia pameran budaya Kalimantan. Peserta dapat melihat berbagai miniatur dan kerajinan, serta mendapatkan suasana khas hutan Kalimantan dari wewangian khas Pohon Gaharu.
Sesi materi berikutnya dilanjutkan oleh Phebe Elizabeth A., perwakilan Porta Creative Agency, yang membawakan materi mengenai storytelling dan konsep pitching. Phebe menekankan, pitching bukan sekadar menjual ide maupun ceritamu, tetapi mimpi. “Sell the dream, where they are hero of the story,” ungkapnya. Ia menjelaskan, audiens bukanlah penonton pasif, melainkan tokoh utama dalam cerita yang ditawarkan. Karena itu, penting untuk membangun likeability dan pandangan yang bagus agar gagasan dapat lebih diterima dengan baik.
Setelah sesi materi, Javier memandu sesi tanya jawab yang memberikan kesempatan para peserta untuk memperdalam pemahaman mereka. Tidak lupa, momen COMMET 2026 turut didokumentasikan sebagai pengingat kebersamaan dan kolaborasi antar peserta.
Memasuki sesi praktik, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk mengerjakan ide pitching. Mereka mengembangkan ide yang berfokus pada penyelesaian permasalahan di Kalimantan. Setiap kelompok kemudian mempresentasikan hasil pitching mereka di hadapan peserta lainnya. Sesi ini menjadi ruang untuk menguji kemampuan peserta dalam menyampaikan ide secara persuasif dan terstruktur. Phebe turut memberikan umpan balik terhadap setiap presentasi. Ia mengapresiasi kemampuan peserta dalam mengangkat berbagai sudut pandang budaya dan permasalahan yang terjadi di Kalimantan. Namun, ia juga menyoroti bahwa peserta masih perlu memperkuat aspek eksekusi serta call to action dalam penyampaian ide.
Acara disusul dengan pengumuman kelompok 4 sebagai “Best Team” yang memenangkan “Workshop Pitching Content Idea”. Presentasi tersebut mengangkat topik sifat setia dari burung Enggang asal Kalimantan yang berjudul “Loyalty of the Sky”. Berikut nama-nama anggota kelompok:
Selanjutnya, Javier menyampaikan kata penutup yang menandai berakhirnya seluruh rangkaian COMMET 2026. Febeline berharap para peserta dapat meningkatkan kemampuan public speaking, menyusun ide maupun argumen yang terstruktur, serta menyuarakannya dengan berani.