CLOSING WGG 2026: Growing, Becoming, Believing
Diterbitkan pada: 19 September 2026 Reporter: Valencia Diandra Syalomita Fotografer: Michelle Stephanie Pitoyo, Claudya Febe Gracia Permata
Sabtu (22/08/2026), Universitas Kristen Petra (UK Petra) resmi menyelenggarakan Closing Ceremony Welcome, Grateful Generation (WGG) 2026. Kegiatan orientasi ini telah dilaksanakan selama lima hari di Gedung P dan Gedung Q UK Petra. Acara tersebut menjadi ruang untuk mengenal lingkungan kampus dan membangun kebersamaan.
Selasa (18/08/2026) merupakan hari pertama WGG yang dimeriahkan dengan Opening Ceremony. Disambung dengan hari kedua dan hari ketiga yang merupakan sesi kelas kecil. Para mahasiswa baru (maba) diajak untuk berdiskusi dan bekerja sama melalui berbagai kegiatan, seperti brainstorming, games, dan sesi sharing. Pada hari keempat, WGG Program Studi (WGGP) memperkenalkan prodi masing-masing sebagai naungan maba untuk berproses.
Setelah menjalani kegiatan selama 4 hari, WGG ditutup dengan Closing Ceremony pada hari kelima.
Closing Ceremony dengan Master of Ceremony (MC) oleh Francesca Isabelle (Strategic Communication, 2025) dan Lily Angelia (Branding and Digital Marketing, 2025). Pujian dan persembahan Michael Panjaitan panjatkan sebagai bintang tamu, dengan diiringi Petra Homeband.
Sesi khotbah oleh Ev. Hansun Fam, D. Min. dihanturkan. Hansun menyampaikan firman berjudul ‘God in Every Season’. Ia menekankan bahwa Tuhan tidak meninggalkan saat seseorang menghadapi masa sulit, melainkan membentuknya melalui setiap proses yang dijalani. “Tuhan sedang membentuk aku menjadi pribadi seperti apa melalui proses ini?” tanya Hansun. Ketika menghadapi situasi yang tidak sesuai harapan, kita diajak untuk tidak berfokus pada apa yang kita peroleh. Hansun menegaskan bahwa sebaliknya kita lebih berfokus pada proses yang membentuk pribadi kita.
Setelahnya, terdapat juga sesi sharing oleh Michael. Dalam sharing-nya, Michael membagikan perjalanan hidupnya yang ditolong oleh Tuhan. Ia membagikan pengalamannya ketika dokter menyatakan bahwa dirinya tidak dapat memiliki anak. Kini, ia telah dikaruniai dua anak sebagai bukti penyertaan Tuhan. Kisah tersebut pengingat bahwa kehidupan manusia tidak ditentukan oleh perkataan manusia, melainkan kehendak Tuhan. “Hidup kita tidak ditentukan dengan apa kata manusia apabila Tuhan berkehendak,” ungkap Michael.
Rangkaian kegiatan diakhiri dengan kata penutup oleh Ketua WGG 2026, Fern Talhia (Finance and Investment, 2023). Fern menuturkan, “Grateful Generation, janganlah berhenti berproses, ikuti setiap prosesnya.” Ia berharap dengan selesainya WGG, maba tidak berhenti menjalani setiap proses selama menempuh perjalanan di UK Petra. Setiap proses yang dilalui diyakini akan membawa mahasiswa pada peran dan tempatnya masing-masing di masa depan.
Acara ditutup dengan penampilan flashmob oleh seluruh panitia WGG 2026. Penampilan tersebut menjadi bentuk perayaan atas berakhirnya seluruh rangkaian orientasi mahasiswa baru.
WGG sukses menjembatani para maba untuk menjalin pertemanan dan mengukir pengalaman kebersamaan yang berkesan. Salah satu maba mengaku terkesan dengan rangkaian kegiatan, terutama kesempatan untuk berbaur bersama kelompoknya.
“Menurutku, WGG sangat berkesan karena kami bisa bonding dan berbaur bersama kelompok,” ungkap Jennifer Lokito (Desain Komunikasi Visual, 2026).
Hal serupa disampaikan Maria Amanda Pascaline Tjandra (Desain Komunikasi Visual, 2026). Ia mengaku terkesan dengan berbagai penampilan selama rangkaian WGG, terutama saat Opening dan Closing Ceremony. “Yang paling berkesan itu waktu Opening dan Closing, apalagi saat melihat video rekap selama WGG,” ujar Maria.
Dengan berakhirnya WGG 2026, perjalanan baru para mahasiswa dimulai untuk terus bertumbuh dalam setiap musim.