Bharatika Creative Design Festival 2025:Where Young Ideas Spark The Future
Diterbitkan pada: 27 July 2025 Reporter: Catherine Sutedjo Fotografer: Ryco Elka, Agatha Nadya
Dalam lima hari yang penuh warna dan ide segar, Bharatika Creative Week 2025 menjelma menjadi festival kreativitas yang diselenggarakan pada Selasa (20/05/2025) hingga Sabtu (24/05/2025) di selasar Q3 Petra Christian University (PCU). Festival ini disulap menjadi pusat interaksi ide dan karya serta tempat creative market dari pukul 10.00 WIB hingga 16.00 WIB.
Pengunjung diajak menjelajah deretan Unit Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari kategori FnB dan merchandise kreatif tempat di mana cita rasa lokal berpadu dengan sentuhan visual yang memikat. Di samping itu, pameran karya seni dan desain memperlihatkan bagaimana ide kecil bisa menjadi karya besar yang menginspirasi.
Hari pertama dibuka dengan penuh semangat lewat soft opening pameran, dilanjutkan GRAPHICTHON kategori Buana, dan ditutup oleh grand opening Bharatika yang menghidupkan suasana festival. Esoknya, panggung kreativitas diambil alih oleh calon jurnalis muda dalam Live Competition News Anchor, diiringi musik akustik yang mengisi udara sore. Puncak di hari kedua adalah Creative Talk yang menyentuh hati bersama Robert Ronny (CEO Paragon Picture) yang mengingatkan bahwa film kelas dunia selalu lahir dari hati yang jujur pesan yang menggema di benak para peserta.
Hari ketiga menghidupkan selasar dengan GRAPHICTON kategori Tirta, dilanjutkan dengan performance showcase yang menyatukan ekspresi tari, musik, dan visual menjadi satu panggung kebersamaan. Pada hari keempat membawa suasana lebih dekat antara peserta dan profesional dalam Meet the Judges kategori Buana secara langsung, sementara pengunjung menikmati campus tour untuk menyelami atmosfer kampus kreatif. Lalu hari kelima menjadi penutup manis dengan sesi Meet the Judges via online dan workshop fotografi berjudul “Power the Light, Take the Shot” bersama Erick Lim (food photographer dan content creator), yang memadukan teori dan praktik dalam satu sesi menyala.
Deretan kompetisi yang berlangsung selama acara menjadi panggung bagi lahirnya karya-karya luar biasa dari para peserta. Dari kategori Tirta Hingga Bayu, setiap karya punya suara dan cerita: dari "Beneath Stitches and Seams" karya Lindsay Imago, hingga desain futuristik “PRAXIS” karya Galih Yulistiar, hingga karakter “Zelvira Thread Breaker” yang membawa Joan Toreh menjadi juara. Tak kalah mengesankan, kategori Buana menyuguhkan para juara seperti Anselia Trisha dengan karya visual uniknya, hingga Immanuel Handria yang menyampaikan berita dengan penuh karisma.
Di tengah lampu-lampu panggung, tepuk tangan meriah, dan senyum bangga dari para pemenang, awarding night menutup seluruh rangkaian acara dengan penuh kemegahan. Bharatika bukan sekadar lomba atau pameran, tapi ruang di mana semangat berkarya bertemu keberanian untuk tampil beda.
Sobat Genta, Bharatika membuktikan bahwa ketika kreativitas diberi tempat untuk tumbuh, kreativitas akan menyala, menginspirasi, dan membentuk masa depan. Ini menjadi tempat para ide besar untuk dunia.