Fotografer: Terrence Cornellius
Debat CAKABEM Pemilu Raya 2025: Reflecting on the Past, Looking to the Future
Reporter: Christian Marlon
Kamis (15/05/2025), Pemilu Raya (Pemira) Petra Christian University (PCU) mengadakan kegiatan Debat Terbuka Calon Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (CAKABEM) periode 2025/2026. Kegiatan ini dilaksanakan di AVT 502, Gedung T PCU, pukul 15:00 hingga 18:00 WIB. Kegiatan ini merupakan wadah bagi kedua calon ketua BEM periode 2025/2026 untuk menyampaikan visi dan misi mereka. Kegiatan diikuti oleh seluruh mahasiswa beserta Lembaga Kemahasiswaan PCU baik secara luring maupun secara daring.
Pemira merupakan acara tahunan PCU untuk memberikan pelatihan kepada calon pemimpin Lembaga Kemahasiswaan (LK) dan melaksanakan pemilihan pemimpin LK khususnya BEM. Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Sentanu Chandra (Alumnus Broadcast and Journalism, 2020) selaku moderator dan dilanjutkan dengan pembacaan tata tertib yang disetujui dan berdasarkan pada Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu).
Sesi pertama dimulai oleh Preysella Anggreani Parinding Gala (Strategic Communication, 2022) sebagai calon ketua BEM 1 yang menyampaikan visi dan misinya yaitu menjadi organisasi yang berintegritas, memberdayakan potensi mahasiswa dan menciptakan dampak berkelanjutan bagi lingkungan sekitar berlandaskan kristiani. Misi-nya terdiri dari 4 inti utama yaitu Leadership, Integrity, Facilitation, dan Transformation. Keempat misi ini akan menciptakan kata LIFT yang nantinya juga akan menjadi nama kabinet periode selanjutnya. Dengan slogannya yaitu Lift your Potential, Lead The Future, ia menginginkan tidak hanya dari internal saja tetapi Lembaga Kemahasiswaan bisa memberikan fasilitas kepada mahasiswa untuk mengembangkan potensi mereka melalui program transformasi dan integritas miliknya.
Sesi kedua dimulai oleh Steve William Gondosoesanto (Creative Media Communication, 2022) sebagai calon ketua BEM 2 yang menyampaikan visi dan misinya dengan slogan Strive for Growth and Lead to Impact. Ia ingin membentuk organisasi yang mampu meningkatkan daya juang dan semangat kemahasiswaan berlandaskan firman Tuhan, dengan misinya yaitu komitmen dan rasa kepemilikan untuk meningkatkan produktivitas kabinet. Komitmen adalah hal terpenting untuk meningkatkan produktivitas dan tanggungjawab menyeluruh. Keempat visi dan misinya itu membentuk kata KITA (Komitmen, Inspirasi, Transparansi, Aktif). Steve mengambil inspirasinya dari perubahan positif melalui sinergi dan kolaborasi dengan keluarga besar Lembaga Kemahasiswaan Keluarga Besar Mahasiswa (LK KBM).
Kegiatan dilanjutkan dengan CAKABEM 2 mengomentari visi dan misi CAKABEM 1 dan sebaliknya dalam waktu 3 menit untuk setiap calon. Steve mengatakan ia tidak paham tentang aspek mana yang bisa memperbaiki keadaan yang ada di LK KBM, dari misi yang dipaparkan oleh Preysella.Sebaliknya Preysella mengatakan bahwa misi Steve lebih mendorong mahasiswa untuk mengikuti organisasi dan kepanitiaan yang ada di kampus, Preysella lebih setuju untuk memfasilitasi mahasiswa sesuai dengan tujuan BEM.
Setelah keduanya bertukar pendapat, kegiatan dilanjutkan dengan sesi pertanyaan mengenai sinergi mahasiswa, lingkungan mahasiswa dan kampus, dan juga sesi pertanyaan terbuka oleh para penonton yang keseluruhannya dijawab oleh kedua CAKABEM. Dibalik ramainya perdebatan ini, kedua CAKABEM setuju bahwa BEM selalu membuka seluruh kesempatan yang sama, baik untuk mahasiswa menjadi panitia maupun peserta. Tanggung jawab BEM adalah untuk memfasilitasi mahasiswa PCU sebagai jembatan kepada petinggi universitas. BEM tidak akan menutup kesempatan bagi mahasiswa untuk berpendapat ataupun untuk ikut serta dalam kegiatan universitas.
David Vincentius (Informatika, 2021) menyampaikan bahwa pada akhir tahun ini, ia ingin membangun sinergi BEM dengan Biro baru. Ia mengatakan bahwa untuk calon ketua BEM baru bisa membuat aturan baru, untuk menggantikan aturan lama yang sudah tidak relevan. Ia menekankan tentang keterbukaan antara kampus dan BEM, adanya koordinasi yang tidak diinformasikan ke kemahasiswaan, yang membuat BEM dipaksa untuk beradaptasi dalam perubahan itu.
“Siapapun yang terpilih, terima kasih untuk mendedikasikan waktunya, memikul salib, berserah kepada Tuhan. Pasti berat dan seberat itu tapi yakinkan diri kalian di BEM ini untuk belajar dan terus berkembang dan percayakan semua ke rencana dan kontrol Tuhan, Meskipun belum terpilih, tiap orang ada porsi masing-masing, tetapi aku yakin ada panggilan ke yang lain dan lebih semangat”, tutup David.







