Tidak Ada Tempat untuk Perbedaan

Photo by Ferdiantio Jeremiah

Tidak Ada Tempat untuk Perbedaan

Oleh: Clarita Ivone Rumimpunu

Jumat, 4 November 2016. Selasar Gedung Radius Prawiro atau yang sering disebut Kolam Jodoh (KJ) kembali meriah dengan acara International Vaganza. Acara ini diadakan oleh Biro Administrasi Kerjasama dan Pengembangan (BAKP) serta anggota Petra Mate. Kali ini, judul yang diangkat ialah Fantasix.

Pada kesempatan kali ini mahasiswa dari enam negara yang berbeda yaitu, Belanda, Italia, Jerman, Korea Selatan, Mesir, dan Thailand telah bergabung untuk memeriahkan suasana. Mereka menyediakan masakan khas negara mereka serta menunjukkan kebudayaan mereka melalui penampilan yang menarik. Pada pembukaan acara, semua mahasiswa asing menarikan tarian poco-poco. Kemudian mereka mulai melakukan parade sebagai tanda bahwa acara akan segera dimulai. Dari stan Negara Korea, mereka menyediakan makanan Samyang (mi instan khas Korea yang pedas) dan permainan ddakji, mainan tradisional Korea. Permainan ini dimainkan dengan menggunakan dua lembar kertas lipat yang dilipat seperti tameng, dimainkan oleh dua orang. Pemain dinyatakan menang apabila berhasil membalikkan ddakji atau tameng milik lawan.

Selain itu, ada penampilan dari mahasiswa Negara Thailand. Perwakilan dari Thailand unjuk gigi dengan menyanyikan lagu Bahasa Indonesia. Siapa sangka ia sudah fasih berbicara Bahasa Indonesia meski dengan logat Thailand. Stan Negara Belanda pun tak kalah ramai. Makanan tradisional mereka berhasil menarik perhatian banyak pengunjung.

Acara ini juga dihadiri oleh perwakilan dari universitas lain seperti Universitas Surabaya (UBAYA), Institut Sepuluh November (ITS), dan masih banyak lagi.

Melalui acara ini diharapkan mahasiswa asing dapat berbaur dan merasa diterima. Antusias yang diberikan para pengunjung menunjukkan kepedulian akan sesama mahasiswa tanpa memedulikan dari mana mereka berasal.

About the author /


Pers Mahasiswa Genta

Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Feature

Majalah Kampus di Ambang Keterpurukan
Posted in: Feature

Majalah Kampus di Ambang Keterpurukan Oleh: Veronica Maureen Sebanyak 1000 eksemplar majalah GENTA dicetak setiap edisinya yang seharusnya menjadi sumber pengetahuan baru bagi seluruh sivitas, tak terkecuali mahasiswa. Dan mungkin, sudut pandang paling tepat dalam menentukan keberhasilan pembuatan GENTA adalah dengan menilai sejauh mana informasi dan pengetahuan yang dituliskan mampu diterima oleh seluruh sivitas. Rendahnya […]

Read More