Seminar I BIM 2018: Sharing Yasa Singgih –Tak Ada Kata Terlalu Muda Untuk Sukses!

Fotografer : Celine Martha

Seminar I BIM 2018: Sharing Yasa Singgih –Tak Ada Kata Terlalu Muda Untuk Sukses!

Oleh: Joana

Jumat (02/03/2018), sejumlah mahasiswa mengikuti seminar pertama yang merupakan bagian dari rangkaian acara Bulan Inspirasi Mahasiswa (BIM) 2018. Seminar yang berlangsung pukul 10:00-12:30 WIB ini bertempat di AVT 503 Universitas Kristen (UK) Petra. Bertajuk “Dare to Change, Dare to Lead”, seminar ini dengan apik memayungi kisah dan pengalaman yang dibagikan Yasa Paramita Singgih selaku pembicara.

Dalam kisahnya, CEO Men’s Republic ini, menjelaskan bagaimana jatuh bangunnya membangun lini fashion khusus pria tersebut. Yasa rupanya telah mulai membangun bisnisnya sejak usia yang masih belia – 15 tahun. Kala itu, masalah perekonomian yang membelit keluarga Yasa mendorongnya mulai mencari penghasilan sendiri. Bermacam usaha yang telah dijalani semasa muda dijabarkan satu per satu. Beragam kesalahan pengambilan keputusan serta kegagalan demi kegagalan yang pernah terjadi juga ia ceritakan dengan jujur.

Merintis sebuah usaha di usia yang masih sangat muda tentu tak lepas dari berbagai masalah. Yasa menceritakan masalah yang pernah dihadapinya, yang mungkin dialami pula mahasiswa saat ini. Beberapa diantaranya menyakitkan, beberapa membuat tertawa, dan beberapa lagi membuat tersenyum. Melalui sharing yang diberikan Yasa, kita semua dapat belajar, kesuksesan tak dapat diraih dalam satu malam saja. Kesuksesan adalah sebuah proses dan proses tersebut adalah sebuah perjuangan. Dan, tak ada kata terlalu muda memulai perjuangan tersebut sejak sekarang.

Sesi tanya jawab berlangsung dengan seru. Para peserta berebut mengajukan berbagai pertanyaan kepada Yasa. Sebagian besar mengenai bagaimana cara menghadapi kendala-kendala dalam berbisnis akibat usia yang dianggap terlalu belia. Yasa mengakui, memang anak muda yang berbisnis seringkali dianggap remeh para pebisnis yang lebih berpengalaman dan established. Akan tetapi, hal tersebut seharusnya justru kita jadikan motivasi membuktikan diri kepada para pebisnis berpengalaman bahwa kita sesungguhnya juga memiliki kualifikasi dan potensi yang sama dengan mereka. Pembuktian diri tersebut dapat kita capai melalui sebuah proses belajar yang harus segera kita mulai saat ini.

Jadi, tunggu apa lagi Sobat GENTA? Bertindaklah, berjuanglah, ciptakan sebuah perbedaan sebelum segalanya sudah terlambat. Sampai berjumpa di seminar BIM yang kedua!

About the author /


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Feature

Majalah Kampus di Ambang Keterpurukan
Posted in: Feature

Majalah Kampus di Ambang Keterpurukan Oleh: Veronica Maureen Sebanyak 1000 eksemplar majalah GENTA dicetak setiap edisinya yang seharusnya menjadi sumber pengetahuan baru bagi seluruh sivitas, tak terkecuali mahasiswa. Dan mungkin, sudut pandang paling tepat dalam menentukan keberhasilan pembuatan GENTA adalah dengan menilai sejauh mana informasi dan pengetahuan yang dituliskan mampu diterima oleh seluruh sivitas. Rendahnya […]

Read More