Satukan Keping Teka-teki Bisnis Bersama Yasa Singgih

Fotografer : Celine Martha

Satukan Keping Teka-Teki Bisnis Bersama Yasa Singgih

Oleh: Joana

Yasa Paramita SinggihCEO Men’s Republic, sebuah lini fashion pria yang namanya tengah melambung hari-hari ini, menyempatkan diri membagi rahasia kesuksesannya dalam berbisnis kepada GENTA pada Jumat (02/03/2018). Bagi Sobat GENTA yang tertarik mengenal lebih dekat sosok inspiratif yang satu ini, keep scrolling down ya!

Pria yang berhasil memasukan namanya dalam daftar 30 Under 30 Young Leaders & Entrepreneurs in Asia versi Forbes 2017 ini tentu saja dianggap sukses menurut kriteria sebagian besar orang. Namun, kira-kira apa sih definisi ‘sukses‘ menurut Yasa sendiri? Rupanya, sukses menurut Yasa adalah suatu proses menjadi lebih baik dari hari ke hari dalam segala aspek kehidupannya, bukan hanya dari segi bisnis saja. ”Secara bisnis mungkin memang sekarang saya lebih sukses dibandingkan lima tahun yang lalu. Tetapi, belum tentu juga secara kesehatan saya lebih sukses. Selain itu, tolok ukur kesuksesan seorang pebisnis dan seorang pendeta tentu tidak sama. Semua ada standarnya masing-masing,” ujar Yasa.

Dalam seminar, Yasa telah menyarankan, sebaiknya mencari jenis usaha yang produknya akan selalu dibutuhkan pasar, alias demand-nya tinggi. Pernyataan ini tentunya menggelitik GENTA bertanya, jika memang harus menjual barang yang demand-nya tinggi,mengapa Men’s Republic bergerak di industri fashion pria dan bukannya fashion wanita yang lebih banyak dicari? Yasa kemudian menjawab, dalam menentukan jenis usaha yang akan dilakoni, yang harus menjadi bahan pertimbangan bukan hanya demand pasar pada saat ini saja, tetapi kita juga harus mampu memprediksi prospeknya di masa depan. Dalam kasus Men’s Republic misalnya. Memang secara kuantitas produk fashion wanita lebih laku dibanding pria.Tetapi,tingkat pertumbuhan demand produk fashion pria jauh lebih tinggi. Hal ini disebabkan adanya tren perkembangan lifestyle fashion pria dalam masyarakat kita. Buktinya, penjualan pomade dan barbershop semakin marak akhir-akhir ini.

Menanggapi banyaknya kebingungan anak-anak muda yang ingin merintis suatu bisnis baru namun terhalang karena keterbatasan sumber daya, Yasa memberikan sebuah tips dan ilustrasi singkat bagi kita semua. Pertama, yang harus kita lakukan adalah mengenali potensi diri sendiri, berlanjut dengan mulai mengenali potensi diri orang-orang lain yang bisa diajak bekerja sama. Misalnya saja, Ana memiliki ide inovasi bisnis baru tapi tidak punya modal, Ivon memiliki modal tapi tidak punya ide, sedangkan Vincent tidak memiliki ide ataupun modal tetapi memiliki waktu dan tenaga. Ketiga anak muda tersebut dapat saling melengkapi resources masing-masing dan bekerja sama membangun suatu bisnis baru yang prospektif. Tugas kita sebagai seorang entrepreneur, mengenali resources-resources tersebut dan mempersatukannya.

“Bisnis itu seperti bermain puzzle.Tugas kita adalah untuk mempersatukan kepingan-kepingannya menjadi suatu gambar utuh yang bermakna,” pungkas Yasa,mengakhiri penjelasan wawancara dengan GENTA kali ini.

Nah Sobat GENTA, sudah siapkah kalian menjadi entrepreneur muda berikutnya? Tetaplah bersemangat, ya!

About the author /


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Feature

Majalah Kampus di Ambang Keterpurukan
Posted in: Feature

Majalah Kampus di Ambang Keterpurukan Oleh: Veronica Maureen Sebanyak 1000 eksemplar majalah GENTA dicetak setiap edisinya yang seharusnya menjadi sumber pengetahuan baru bagi seluruh sivitas, tak terkecuali mahasiswa. Dan mungkin, sudut pandang paling tepat dalam menentukan keberhasilan pembuatan GENTA adalah dengan menilai sejauh mana informasi dan pengetahuan yang dituliskan mampu diterima oleh seluruh sivitas. Rendahnya […]

Read More