Petra Chess Competition 2018: Battle Royale

Fotografer : Evandruce Filbert

Petra Chess Competition 2018: Battle Royale

Oleh: Evandruce Filbert

Jumat (29/4/2018), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) mengadakan Petra Chess Competition, yang bertema “Battle Royale“. Kegiatan yang diadakan di Pakuwon Trade Center (PTC) ini diikuti lebih dari 250 peserta dari berbagai jenjang dan asal. Peserta yang berpartisipasi mulai dari SD, SMP, SMA, hingga Mahasiswa. Petra Chess Competition merupakan kompetisi tingkat nasional yang diadakan setiap tahunnya, kali ini mengangkat tema “Battle Royale“. Dengan tema tersebut peserta diajak untuk mengalahkan semua kompetitor dan dapat menjadi pemenang.

Tujuan dan Tema Kompetisi

Lomba ini bertujuan agar dapat memajukan percaturan nasional, dan menjadi wadah bagi para pemain untuk menyalurkan bakat minat pada kompetisi catur. Arti dari tema “Battle Royale” adalah, setiap peserta yang bertanding harus mengerahkan semua usaha , dan kemampuan yang dimiliki untuk menghadapi peserta lain yang berbeda strategi. Pada akhirnya hanya ada satu pemenang yang dapat mengalahkan semua peserta yang ada. Perbedaan kegiatan ini dari tahun sebelumnya terletak pada tema lomba. Untuk tahun ini mereka bertanding sesuai dengan dengan tema yang ada, yaitu mengalahkan semua pesaing dan menjadi pemenang. Sementara di tahun sebelumnya tema tidak ada hubungannya dengan pertandingan yang berlangsung.

Acara di buka dengan sambutan dari Aloysius Fung Elnino Senatra, Teknik Industri angkatan 16, selaku ketua Petra Chess Competition 2018. Dan kegiatan dilanjutkan dengan video pengenalan tema lomba tahun ini. Acara ini juga bekerja sama dengan Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PERCASI) untuk mengatur sistem pertandingan.

Sistem pertandingan

Sistem pertandingan menggunakan system poin. Untuk single akan bertanding sebanyak enam kali dan setiap menang akan mendapatkan satu poin, kalah mendapatkan nol poin, dan jika imbang akan mendapatkan setengah poin. Untuk peserta beregu terdiri dari empat orang, dan setiap regu akan bertanding sebanyak tujuh kali dengan regu lain. System poin yang sama juga berlaku bagi peserta beregu. Sistem pertandingan tidak menggunakan sistem gugur namun poin tertinggi untuk menentukan pemenang. Sehingga peserta dapat terus bertanding meskipun dengan poin yang kecil. Hal tersebut dapat membantu para peserta untuk dapat meningkatkan kemampuan yang mereka miliki. Dan sistem pengundian peserta yang akan bertanding berdasarkan poin yang di kumpulkan. Jadi untuk poin yang tinggi akan ditandingkan dengan poin yang setara, dan untuk poin yang rendah juga akan ditandingkan dengan poin yang seimbang.

Fung menjelaskan banyak tantangan yang dia hadapi selama Petra Chess Competition berlangsung. Tantangan yang paling berat ketika mengatur sistem pertandingan. Fung harus berkoordinasi dengan PERCASI untuk menyesuaikan tema lomba dengan sistem resmi pertandingan catur. Namun pada akhirnya tantangan tersebut dapat diselesaikan dan pertandingan dapat berjalan sesuai dengan aturan baku dari PERCASI.

Kegiatan ini ditutup dengan video flashback, serta pengumuman juara bagi peserta dengan poin tertinggi. “Saya berharap agar para peserta dapat banyak berkembang dari segi permainan dan strategi, serta semakin banyak orang yang tertarik untuk bermain catur,” harapan Fung selaku ketua.

About the author /


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Feature

Majalah Kampus di Ambang Keterpurukan
Posted in: Feature

Majalah Kampus di Ambang Keterpurukan Oleh: Veronica Maureen Sebanyak 1000 eksemplar majalah GENTA dicetak setiap edisinya yang seharusnya menjadi sumber pengetahuan baru bagi seluruh sivitas, tak terkecuali mahasiswa. Dan mungkin, sudut pandang paling tepat dalam menentukan keberhasilan pembuatan GENTA adalah dengan menilai sejauh mana informasi dan pengetahuan yang dituliskan mampu diterima oleh seluruh sivitas. Rendahnya […]

Read More