Pemutaran dan Diskusi Film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak-Sebuah Kritik Sosial

Fotografer : Ferdiantio

Pemutaran dan Diskusi Film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak-Sebuah Kritik Sosial

Oleh : Joana

Jumat (27/04/18), sejumlah peserta pemutaran dan diskusi film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak tampak serius menyimak film besutan Mouly Surya tersebut sejak pukul 10:30-14:00 WIB. Pemutaran film dan diskusi yang mengambil tempat di ruang teater gedung W lantai 5 Universitas Kristen (UK) Petra  tersebut merupakan hasil kolaborasi antara perpustakaan UK Petra dengan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Apresiasi Seni Film dan Sastra (ASFS) dalam rangka memperingati hari Kartini yang jatuh pada Sabtu (21/04/18) lalu.

Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak bercerita tentang perjuangan seorang janda muda di kepulauan Sumba, Nusa Tenggara dalam mencari keadilan. Kritik-kritik sosial yang tajam disampaikan dengan terhormat dalam balutan keindahan mahakarya tersebut. Kritik pedas atas mirisnya kesetaraan gender dan pekatnya budaya patriarki yang merendahkan kaum wanita di dalam banyak kebudayaan daerah negara kita terasa menohok, berdenyut keras dalam setiap adegan film. Selain itu parahnya kesenjangan fasilitas umum seperti layanan pengadilan, kepolisian, sekolah, dan sanitasi di daerah tertinggal disampaikan secara gamblang namun halus melalui penggambaran setting daerah Sumbawa. Dengan teknik pengambilan gambar wide-angle yang menampilkan keindahan kepulauan Sumbawa dan alur cerita yang out-of-the-box, film tersebut memang layak diapresiasi, terutama oleh kaum muda bangsa kita.

Dalam diskusi singkat yang dilaksanakan para peserta, tampak bahwa seluruh peserta sepakat bahwa ada banyak sekali film mahakarya-mahakarya anak bangsa yang berkualitas sangat baik namun belum mendapatkan cukup sorotan sebab kurang publikasi. Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak hanyalah salah satunya. Film yang dirilis pada November 2017 ini ternyata lebih banyak mendapat apresiasi dari masyarakat Internasional dibanding dari negeri sendiri, lho! Miris, kan?? Jadi bagaimana sobat GENTA? Mulai sekarang mulai rajin mengapresiasi karya negeri sendiri, yuk!!!

About the author /


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Feature

Majalah Kampus di Ambang Keterpurukan
Posted in: Feature

Majalah Kampus di Ambang Keterpurukan Oleh: Veronica Maureen Sebanyak 1000 eksemplar majalah GENTA dicetak setiap edisinya yang seharusnya menjadi sumber pengetahuan baru bagi seluruh sivitas, tak terkecuali mahasiswa. Dan mungkin, sudut pandang paling tepat dalam menentukan keberhasilan pembuatan GENTA adalah dengan menilai sejauh mana informasi dan pengetahuan yang dituliskan mampu diterima oleh seluruh sivitas. Rendahnya […]

Read More