Pementasan Petra Little Theatre – “Going Home”: Sebuah Cermin Realitas Kehidupan Kekristenan Masa Kini

Fotografer: Johannes C.

Pementasan Petra Little Theatre – “Going Home”: Sebuah Cermin Realitas Kehidupan Kekristenan Masa Kini

Oleh : Joana

Rabu (6/6/18) pementasan perdana pertunjukan teater “Going Home” oleh Petra Little Theatre (PLT) diselenggarakan di Gedung B lantai 2 sejak pukul 17:00-18:00 WIB. Pementasan perdana ini dihadiri tidak hanya para penonton dari Universitas Kristen (UK) Petra saja melainkan juga beberapa undangan dari Universitas Adibuana Surabaya. Kegiatan pementasan teater kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan sesi bertukar pikiran dengan seluruh anggota kru PLT yang terlibat dalam pementasan kali ini.

Mengangkat kisah perselisihan yang terjadi antara seorang gadis muda atheist, Renata Perdana (diperankan Gabriela Lika Inga Moekoe) dan Ibunya, Suryani Pramitha yang religius (diperankan Maria Kristina Salelatu), “Going Home” berhasil mencerminkan secara jujur realitas kehidupan beragama umat Kristiani pada masa kini. Topik yang diangkat kali ini memang lebih menitik beratkan pada hubungan antar umat Kristiani sendiri dan segala konflik serta kemunafikan yang kerap bercampur baur di dalamnya.

Kisah dimulai dengan Suryani yang bermimpi Tuhan mengatakan dirinya akan berpulang ke rumah Tuhan dalam waktu tiga hari. Suryani kemudian bertekad menyadarkan anak perempuannya Renata agar bertobat dan percaya pada Yesus sebelum meninggal. Renata, yang merupakan seorang atheist, kemudian justru semakin membenci kemunafikan Ibunya dalam beragama. Babak demi babak yang ditampilkan telah dengan apik menunjukan sikap-sikap hipokrit Suryani  yang kerap dijumpai pada umat Kristiani lain dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu sikap keras kepala dan lack of trust yang ditunjukan Renata sangat terasa mewakili keskeptisan generasi muda saat ini terhadap hal-hal berbau agama. Ada banyak aspek lainnya dalam kehidupan beragama umat Kristiani yang juga secara tersirat disampaikan dalam play besutan Dita Berlian tersebut. Seluruhnya dikemas dengan apik dalam cerita singkat berdurasi satu jam. Diharapkan, play kali ini dapat membuat para penonton berdiam diri sejenak merefleksikan cerminan  kehidupan sehari-hari mereka tersebut.

Stefanny Irawan, S.S., M.A. selaku Managing DirectorGoing Home” menyempatkan diri membagi pikirannya dengan GENTA terkait harapannya bagi PLT di masa yang akan datang, “Semoga karya-karya PLT ke depannya dapat digarap dengan lebih baik dan terorganisir sehingga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan keberadaan seni teater sebagai bentuk entertainment yang bisa dinikmati semua pihak, tidak eksklusif seperti stigma yang selama ini ada.”

Setelah menyimak pertunjukan teater “Going Home” melalui tulisan yang GENTA bagikan ini, GENTA berharap pandangan Sobat GENTA terhadap teater dapat semakin terbuka. Menonton pertunjukan teater menuntut kita untuk berpikir, mengkritisi, dan merefleksikan topik-topik yang diangkat namun tetap dalam atmosfer yang sangat menghibur dan enjoyable sehingga dapat dinikmati siapapun tanpa membuat kepala pusing. Jadi, bagaimana Sobat GENTA?

About the author /


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Feature

Majalah Kampus di Ambang Keterpurukan
Posted in: Feature

Majalah Kampus di Ambang Keterpurukan Oleh: Veronica Maureen Sebanyak 1000 eksemplar majalah GENTA dicetak setiap edisinya yang seharusnya menjadi sumber pengetahuan baru bagi seluruh sivitas, tak terkecuali mahasiswa. Dan mungkin, sudut pandang paling tepat dalam menentukan keberhasilan pembuatan GENTA adalah dengan menilai sejauh mana informasi dan pengetahuan yang dituliskan mampu diterima oleh seluruh sivitas. Rendahnya […]

Read More