Obituari Pak Wasis: Rektor ‘Education for Shalom’ Berpulang

Kabar duka tak terduga datang dari sivitas Universitas Kristen Petra (UK Petra), Drs. Wasis Sastroredjo. Pada 26 Agustus lalu, beliau telah berpulang ke rumah Bapa. Beliau menghembuskan nafas terakhir diusianya yang ke-82 tahun karena leukimia, di Rumah Sakit Mayapada, Lebak Bulus, Jakarta.

Drs. Wasis Sastroredjo adalah Rektor UK Petra periode 1988 hingga 1997. Sebelum menjadi rektor di UK Petra, beliau pernah menjalankan pelayanan di Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga. Pada awal periode kepemimpinannya, beliau mengusung visi One Step Ahead dan beliau telah merintis konsep Education  for Shalom. Konsep ini meliputi kesejahteraan untuk seluruh ciptaan serta pentingnya rasa tanggung jawab manusia kepada Sang Pencipta, kepada sesama manusia, dan kepada alam lingkungan tempat manusia tinggal. Pemahaman yang lebih mendalam mengenai konsep ini adalah bahwa pendidikan tidak hanya bertujuan sebagai kesejahteraan yang bersifat materialistik, namun juga untuk kesejahteraan secara spiritual. Konsep dasar pemikiran beliau mengenai Education for Shalom telah dikembangkan, diintegrasikan, dan diaplikasikan hingga sekarang yakni dengan adanya konsep kampus hijau yang semakin digalakkan dari waktu ke waktu.

Di dalam perjalanan pelayanannya, almarhum alumnus IKIP Bandung ini menjunjung tinggi nilai kejujuran didalam hidup maupun lingkungan kerja karena baginya kejujuran adalah dasar terpenting didalam kehidupan. Beliau juga meresmikan Auditorium UK Petra yang hingga saat ini digunakan sebagai tempat kegiatan universitas.

Pada masa jabatannya, almarhum Drs. Wasis Sastroredjo mencetuskan adanya Departemen Matakuliah Umum (DMU) di UK Petra, dengan alm. Drs. Lukas Musianto sebagai ketua DMU saat itu. Internalisasi nilai kristiani belum sepenuhnya dirasakan di kampus yang berbasis Kristen tersebut. Karena itu, DMU melalui mata kuliah agama bertujuan untuk menanamkan nilai – nilai kristiani kepada setiap mahasiswa yang sedang menimba ilmu. Alm. Drs. Wasis Sastroredjo juga seorang pencetus akan adanya penghargaan Petra Kencana Karya kepada dosen dan karyawan yang telah mengabdi selama dua puluh tahun, dan penghargaan Petra Kencana Bhakti kepada dosen dan karyawan yang telah mengabdi selama tiga puluh tahun lamanya di UK Petra.

Pada periode kedua kepemimpinannya, beliau mulai menjalankan visi Caring and Global University yang dikemudian hari dilanjutkan dan dikembangkan oleh pemimpin UK Petra selanjutnya hingga saat ini. Selamat jalan Bapak. Semoga engkau diterima di sisi-Nya. Terima kasih atas segala karya yang telah engkau berikan demi kebaikan dan kemajuan UK Petra. (Bea)

“Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman” (2 Timotius 4 : 7)

 

Tagged with:     ,

About the author /


Pers Mahasiswa Genta

Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Feature

Majalah Kampus di Ambang Keterpurukan
Posted in: Feature

Majalah Kampus di Ambang Keterpurukan Oleh: Veronica Maureen Sebanyak 1000 eksemplar majalah GENTA dicetak setiap edisinya yang seharusnya menjadi sumber pengetahuan baru bagi seluruh sivitas, tak terkecuali mahasiswa. Dan mungkin, sudut pandang paling tepat dalam menentukan keberhasilan pembuatan GENTA adalah dengan menilai sejauh mana informasi dan pengetahuan yang dituliskan mampu diterima oleh seluruh sivitas. Rendahnya […]

Read More