Mengungkap yang Tak Terungkap dari WGG 2018

Fotografer: Harvey Ramses P

Mengungkap yang Tak Terungkap dari WGG 2018

Oleh: Natania Wahyuni T

Usailah sudah acara terbesar Universitas Kristen (UK) Petra, Welcome Grateful Generation (WGG) 2018. Rasanya kegiatan orientasi mahasiswa baru (maba) tersebut masih jadi bahan pembicaraan di kalangan mahasiswa akhir-akhir ini. Dengan dimulainya dunia perkuliahan yang sesungguhnya,  jangan-jangan Sobat GENTA sudah mulai rindu dengan WGG? Rindu mendengar, “Jalannya dipercepat” dan “Dari Program Studi Ilmu Komunikasi mana suaranya!”, atau bisa jadi malah merasa terbebas dari keharusan mengikuti WGG yang berlangsung selama kurang lebih dua minggu?

Mengungkap Curhatan Maba 2018

Tim GENTA sempat turun ke lapangan untuk mendengar curhatan teman-teman maba. Berikut adalah respon dari maba yang ditemui Tim GENTA di Atrium Gedung Radius Prawiro setelah Closing Ceremony WGG 2018.

“Keamanannya galak, Kak. Harus ya mereka akting?”

Ternyata, para maba penasaran dengan alasan diberlakukannya aturan-aturan WGG 2018. Belum lagi, tim keamanan terkesan galak dalam menegakkan aturan yang ada. Tapi perlu diingat lagi, apakah para mahasiswa bisa tenang dan berbaris dengan cepat bila yang mengatur adalah sosok yang tidak tegas? Apakah para maba bersedia menaati aturan berpakaian rapi, rambut terikat, dan dandanan yang minimal bila sosok panitia tidak menjadi teladan dalam melaksanakannya? ‘Toh, peraturan dalam berpenampilan ini diterapkan oleh seluruh komponen penggerak WGG, mulai tim keamanan hingga divisi lain yang mungkin tak berhubungan langsung dengan mahasiswa baru, seperti divisi perlengkapan. Bahkan, mereka wajib mengembalikan warna rambut asli mereka bila sebelumnya sudah dicat.

Lagipula, tentu bukan tanpa alasan seorang anggota tim keamanan memberi teguran. Hayo, jangan-jangan salah satu dari Sobat GENTA pernah ditegur karena menyentuh tali?

“Saya sudah kena rekap, Kak!”

Dengan segala kemudahan yang diberikan, masih saja ada di antara ribuan maba yang melanggar. Umumnya bila sudah melakukan pelanggaran, ada yang namanya rekap atau pencatatan. Jangan salah sangka! Eksistensi rekap ini bukan sebagai sarana menakut-nakuti mahasiswa, melainkan menjadi salah satu indikator penentu kelulusan dari WGG. Namun, ternyata ada yang berbeda dari sistem evaluasi tahun ini. Poin pelanggaran mahasiswa ternyata tidak dipublikasikan. Hal ini dimaksudkan agar para maba tidak hitung-hitungan dan malah sengaja melanggar hingga kapasitas maksimalnya. Tidak takut rekap menjadi bahan permainan maba? Masa’ sudah jadi mahasiswa, masih merasa keren kalau melanggar aturan?

Lalu, bagaimana dengan ketentuan barang bawaan yang berlaku? “Perihal barang bawaan atau pembuatan keplek, kami dalam tanda kutip memaksa para maba untuk berkenalan dan berkoordinasi untuk mengumpulkannya. Dari sini mereka jadi tahu toko alat tulis kantor atau toko bahan bangunan di sekitar kawasan UK Petra,” ujar Hans Christian selaku ketua WGG 2018.

Sempat muncul broadcast dari berbagai vendor yang menjual keperluan barang WGG, entah dari dalam maupun luar UK Petra. Hal ini disusul oleh pengumuman dari akun Instagram resmi WGG 2018 yang menyatakan bahwa WGG tidak bekerjasama dengan vendor manapun perihal barang bawaan. Menurut Hans, hal itu dilakukan demi mencapai esensi yang telah direncanakan.

“Peraturan adalah tolok ukur dari ketertiban suatu tempat. Kalau tidak ada peraturan, bagaimana menjaga situasi menjadi kondusif? Perlu diingat bahwa para mahasiswa baru yang baru saja lulus dari SMA ini masih dalam masa suka bermain-main. Segala aturan yang mendetail dan sering diremehkan seperti dilarang membawa bolpoin mekanik, bersikap yang baik, hingga berjalan di walking area tentu mempunyai tujuan utama yaitu menjaga nama baik almamater,” simpul Felix Andika W. tentang segala hal yang dibahas di atas, selaku koordinator tim keamanan WGG 2018.

See? Bahwa selama WGG, Sobat GENTA tidak hanya membawa harga diri sendiri namun juga wajah UK Petra.

Mengungkap yang Beda dari WGG 2018

Ngomong-ngomong soal wajah UK Petra, apa ‘sih yang biasanya menjadi penanda? Ya, jaket almamater. Meski jaket almamater tahun ini tidak dibagi, keplek dan barang penunjang lainnya sudah cukup menjadi identitas. Apalagi, sesi kepedulian WGG 2018 ada yang berada jauh dari lingkungan UK Petra. Sobat GENTA bisa mengecek apa saja yang baru dari kepedulian WGG 2018 di sini.

Selain inovasi dari kegiatan kepedulian, apa lagi ‘nih yang baru di WGG 2018?

Tim GENTA sempat heran melihat salah satu kakak panitia yang dikelilingi para maba. Ternyata, ajang berkenalan lewat minta tanda tangan di buku WGG tak hanya tertuju pada sesama maba lagi, tapi juga panitia. Menurut testimoni para maba sih, mendapat tanda tangan panitia divisi pubdekdok (Publikasi, Dekorasi, dan Dokumentasi) itu jadi kebanggaan tersendiri karena paling susah dicari!

Mengungkap Perjuangan Panitia WGG 2018

Lain lagi dengan frontline para maba yang paling mudah ditemui untuk dimintai tanda tangan. Jelas saja, frontline memang panitia yang paling banyak menghabiskan waktunya bersama para maba. Tak ayal, mereka harus memutar otak mempersiapkan materi, games, dan candaan untuk mencairkan suasana di kelas. Persiapan tersebut dilakukan jauh-jauh hari lho, Sobat!

Kisah lain datang dari tim keamanan dan divisi kesehatan yang harus mengikuti latihan fisik tiap minggu sejak kepanitiaan mereka dibentuk. “Push up jadi makanan sehari-hari sejak bergabung di tim keamanan,” ujar Fanny Natasia, selaku anggota tim keamanan WGG 2018. Tak hanya latihan fisik, para anggota divisi kesehatan juga mendapat pelatihan untuk mengatasi masalah kesehatan yang mungkin terjadi dan juga pengenalan obat-obatan.

Berbeda dari kegiatan tim keamanan dan divisi kesehatan, konsumsi yang tiap pagi sudah tersedia di tangan para maba memiliki cerita lain di baliknya. Loading in konsumsi pagi sudah dimulai dari pukul 03.15. Jangan lupa dengan segala fasilitas ruangan dan barang-barang penunjang WGG yang dikelola divisi perlengkapan. Belum lagi dekorasi yang terlihat setiap sesi di auditorium. Butuh waktu semalam penuh hingga sub-divisi dekorasi tak tidur untuk menyelesaikan Chalind, maskot WGG 2018 yang dinilai paling besar dibandingkan dengan maskot WGG tahun-tahun sebelumnya. Untuk mewujudkan berbagai dekorasi ini, mereka telah berlatih membuat dekorasi sejak rapat pleno panitia WGG 2018. Informasi-informasi yang didapat maba melalui pembuatan dan pengelolaan website tentu tak mudah untuk dikerjakan oleh divisi IT. Video-video, media Instagram, dan banyak hal lainnya juga membutuhkan proses belajar dan kemauan para anggota sub-divisi multimedia dan publikasi untuk mengerjakannya.

Demi efektivitas eksekusi tugas selama WGG berlangsung, semua divisi kecuali para frontline menginap di UK Petra. Bahkan, divisi perlengkapan rela tak pulang dari UK Petra sejak setelah Pra-WGG. Tidur menjadi kesempatan langka dan kehilangan waktu libur jadi konsekuensi. Namun, semua BPHK WGG 2018 mengaku mendapat keluarga baru dari WGG 2018 ini. Jerih payah mereka sejak lama menjadi bukti atas tema utama WGG 2018, “Longing to Love, Longing to Serve”. Tak heran para mahasiswa sempat berlomba untuk menjadi salah satu dari 500 motor penggerak WGG 2018.

Selamat berproses, Sobat GENTA! Jangan lupa untuk selalu rindu untuk mengasihi dan melayani!

About the author /


Avatar