Mengintip Peneguhan Pembina, Pengurus, dan Pengawas YPTK Petra Periode 2018-2023

Fotografer: Ferdiantio Jeremiah S

Mengintip Peneguhan Pembina, Pengurus, dan Pengawas YPTK Petra Periode 2018-2023

Oleh: Alvin R. Wony’s

Sabtu (9/6/2018), Yayasan Perguruan Tinggi Kristen (YPTK) Petra mengadakan Liturgi Kebaktian Pengucapan Syukur Pembina, Pengurus, dan Pengawas YPTK Petra periode 2018-2023. Kegiatan yang diadakan di Auditorium Gedung P1P2 Universitas Kristen (UK) Petra ini dihadiri oleh dosen dan pejabat rektorat UK Petra, perwakilan Perhimpunan Pendidikan dan Pengajaran Kristen (PPPK) Petra, tokoh-tokoh Kristen, dan perwakilan dari gereja-gereja pendukung UK Petra.

Kebaktian peneguhan ini dimulai pukul 10.00 dan dibuka oleh Pdt. Lindawati Mismanto dengan pembacaan Mazmur 32:11 yang dilanjutkan dengan menyanyikan lagu pujian “Masyurkan Rajamu” diikuti oleh seluruh peserta kebaktian. Setelah menyanyikan lagu pujian bersama, Petra Choir membawakan lagu “True Light.” Pendeta yang sehari-harinya menjadi gembala di Gereja Kristen Indonesia (GKI) itu kemudian melanjutkan ibadah dengan pembacaan Alkitab dan khotbah.

Pembacaan Alkitab diambil dari Markus 1:16-20 yang berbunyi: “Ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat Simon dan Andreas, saudara Simon. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan. Yesus berkata kepada mereka: ‘Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.’ Lalu merekapun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia. Dan setelah Yesus meneruskan perjalanan-Nya sedikit lagi, dilihat-Nya Yakobus, anak Zebedeus, dan Yohanes, saudaranya, sedang membereskan jala di dalam perahu. Yesus segera memanggil mereka dan mereka meninggalkan ayahnya, Zebedeus, di dalam perahu bersama orang-orang upahannya lalu mengikuti Dia.”

Melalui pembacaan Alkitab ini, Lindawati ingin menyampaikan pesan bahwa Yesus memanggil murid-murid-Nya di Danau Galilea, yang pada waktu itu menjadi tempat yang merupakan sumber penghidupan murid-murid. Yesus tidak memanggil mereka di Bait Allah, tetapi Yesus memanggil mereka di tempat mereka bekerja. Pendeta yang pada masa kecilnya bercita-cita menjadi dosen tersebut menjelaskan bahwa kita bisa mengetahui bahwa panggilan untuk melayani Tuhan bukan hanya terbatas pada mereka yang menjadi pendeta saja, melainkan juga pada mereka yang mengabdikan hidup pada pekerjaannya.

Lindawati juga mengungkapkan bahwa zaman sekarang, sekolah seperti menjadi tempat untuk berkompetisi dengan sesama. Seakan-akan keberhasilan seseorang diukur dengan angka saja tanpa ada nilai-nilai yang lain. Ia berharap bahwa UK Petra buka hanya sebagai tempat “transfer ilmu,” tetapi juga merupakan tempat dimana gaya hidup Kristus benar-benar dihidupi.

Setelah khotbah, Petra Choir kembali membawakan sebuah lagu. Kali ini lagu yang dibawakan berjudul “To Love Our God.” Kebaktian diakhiri dengan Pengutusan dan Pemberian Berkat oleh Lindawati kepada pengurus YPTK Petra yang baru akan menjabat. Setelah kebaktian berakhir, pengurus YPTK Petra yang baru disilakan maju ke depan panggung untuk menerima ucapan selamat dari seluruh hadirin. “Berharap bisa kerja sama dengan baik dengan pembina, pengurus, dan pengawas YPTK Petra dan juga civitas akademika untuk memuliakan nama Tuhan,” ujar R. Arja Sadjiarto, S.E., M.Ak., Ak. wakil rektor bidang kemahasiswaan UK Petra, ketika ditanya harapannya setelah diadakannya peneguhan ini.

About the author /


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Feature

Majalah Kampus di Ambang Keterpurukan
Posted in: Feature

Majalah Kampus di Ambang Keterpurukan Oleh: Veronica Maureen Sebanyak 1000 eksemplar majalah GENTA dicetak setiap edisinya yang seharusnya menjadi sumber pengetahuan baru bagi seluruh sivitas, tak terkecuali mahasiswa. Dan mungkin, sudut pandang paling tepat dalam menentukan keberhasilan pembuatan GENTA adalah dengan menilai sejauh mana informasi dan pengetahuan yang dituliskan mampu diterima oleh seluruh sivitas. Rendahnya […]

Read More