Mengenal Cashless Society, Apakah Aman?

Fotografer: Winnie Tungmiharja

Mengenal Cashless Society, Apakah Aman?

Oleh: Michelle Aileen Juanda

Kemajuan teknologi telah berkembang pesat, termasuk e-wallet yang merupakan aplikasi elektronik untuk melakukan transaksi secara non-tunai. Himpunan Mahasiswa Manajemen Keuangan Petra (HIMAKETRA) mengadakan seminar nasional dengan mengangkat judul “The End of Cash” untuk membekali peserta mengenai perkembangan cashless society. Sry March Lely Turnip, Area Sales Manager Go-Pay Jawa Timur hadir sebagai pembicara di seminar yang diadakan pada Jumat (26/4/19) kemarin.

Bertempat di Auditorium Kampus Pusat Universitas Kristen (UK) Petra, acara ini dilaksanakan sejak pukul 08.30 WIB. Seminar diawali dengan doa dan sambutan. Sambutan awal dibawakan oleh Mariana Ing Malalek, S.E., M.SM., M.RECH. selaku Ketua Program Studi Manajemen Keuangan UK Petra dan dilanjutkan oleh Kenny Setiawan Asali, selaku ketua panitia seminar nasional.

Hadirin dibekali dengan fotokopi materi yang akan disampaikan oleh Sry. Sesi seminar dimulai dengan penjelasan bagaimana kedepannya masyarakat Indonesia akan menjadi masyarakat tanpa tunai dengan berbagai keuntungan yang didapat oleh pelanggan maupun pengusaha. Sistem ini juga bermanfaat bagi pemerintah dengan mengurangi biaya percetakan uang yang diketahui menghabiskan sekitar Rp 3,5 triliun dalam satu tahun. Selain itu, semua transaksi cashless terintegrasi dengan perbankan yang selalu diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dengan demikian, transaksi cashless dapat mengurangi tingkat korupsi, transaksi ilegal, dan penggunaan uang palsu. Sry kemudian menjelaskan perkembangan cashless di Indonesia dan mengatakan bahwa pemerintah sangat peduli mengenai pengawasan sistem cashless melalui kebijakan-kebijakan yang ada. “Dana kalian dijamin oleh Bank Indonesia,” ungkapnya. Sry lalu bercerita mengenai Go-Pay yang sejak awal mengajak para pengusaha mikro untuk menjadi rekan usaha. Ia mengungkapkan bahwa target yang ingin dicapai ialah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat “kecil”.

Acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab bersama Evelyn, S.E., MSA. sebagai moderator. Sry menutup sesi dengan bercerita mengenai pengalaman hidupnya dan betapa pentingnya untuk mempunyai value dalam kehidupan. Ia berpesan, “Milikilah goal hidup, punyalah value. Di mana kamu ada, kita ada, bukan karena kebetulan, bukan hanya untuk punya uang banyak dan sebagainya, tetapi kita ada untuk orang lain.”

Menjadi masyarakat tanpa tunai mungkin masih terdengar asing. Namun jika sistem cashless dapat membantu memperbaiki kesejahteraan masyarakat, maukah Sobat GENTA untuk mencoba membiasakan diri?

About the author /


Avatar

Scroll Up