Meet and Greet Joan Kim di UK Petra

Fotografer: Boby K.

Meet and Greet Joan Kim di UK Petra

Oleh: Alvin Ramasurya W.

Jumat (02/03/2018), Universitas Kristen (UK) Petra bekerja sama dengan King Sejong Institute Surabaya mengadakan Fan Meet Up dengan seorang Youtuber asal Korea Selatan, Joan Kim. Acara yang dihadiri lebih dari 100 peserta ini diadakan di ruang Audio Visual Gedung T.502 UK Petra.

Acara dimulai dengan Joan menanyakan pertanyaan seputar videonya kepada peserta yang hadir. Peserta yang mampu menjawab dengan tepat akan mendapatkan hadiah dari Joan. Puas melontarkan pertanyaan kepada peserta, kini giliran Joan yang menjawab pertanyaan peserta. Peserta yang bertanya juga akan mendapatkan hadiah dari Joan. Selanjutnya sesi Fan Meet Up diakhiri dengan sesi foto bersama.

Tim redaksi GENTA mendapatkan kesempatan melakukan wawancara dengan Joan. Berikut adalah hasil wawancara yang dilakukan hari itu.

GENTA (G): “Bagaimana anda memulai karir anda sebagai seorang youtuber?

Joan (J): “Saya mulai membuat konten di youtube ketika saya masih bekerja sebagai penyiar radio dan saya ingin belajar untuk berbicara di depan kamera. Itulah alasan saya membuat konten di youtube. Kemudian channel saya mulai berkembang dan sekarang saya merupakan full time youtuber yang memiliki pekerjaan sambilan sebagai penyiar radio.”

G: “Sejak kapan anda memutuskan untuk menjadi seorang full time youtuber?”

J: “Saya menjadi seorang full time youtuber sejak lebih dari setahun yang lalu. Tepatnya tanggal 6 November.”

G: “Anda berkata bahwa anda pindah ke Korea Selatan, dari manakah anda berasal dan kapan anda pindah ke Korea Selatan?”

J: “Saya berasal dari Los Angeles. Saya lahir dan besar di Los Angeles, kemudian saya bersekolah di dekat San Fransisco dan akhirnya saya pindah ke Korea Selatan. Saya pindah ke Korea Selatan pada bulan Juli 2014.”

G: “Channel anda berisi tentang produk kecantikan dan anda juga membuat vlog, mengapa anda memilih produk kecantikan sebagai tema dari channel anda?”

J: “Benar, saya memiliki dua channel youtube. Di channel utama saya banyak berbicara tentang produk kecantikan korea dan pada channel kedua saya, joanday, saya membuat vlog yang berisi tentang kehidupan sehari-hari saya. Alasan saya memilih produk kecantikan sebagai tema dari channel saya adalah ketika pindah ke Korea Selatan, dimana produk kecantikan dapat ditemui di segala tempat. Saya selalu penasaran dengan produk-produk yang mereka miliki. Kemudian saya mulai masuk ke dunia kecantikan korea dan saya mulai membagikan tentang produk apa yang cocok untukku kepada penonton channel-ku.”

G: “Berapa lama biasanya waktu yang anda butuhkan untuk membuat video?”

J: “Hal itu tergantung video apa yang sedang saya kerjakan. Untuk video vlogs biasanya saya membutuhkan waktu satu hari karena saya merekam kegiatan saya sehari penuh. Sedangkan untuk video kecantikan biasanya saya membutuhkan waktu satu jam untuk merekamnya, tetapi untuk mengeditnya saya membutuhkan waktu satu hingga dua jam.”

G: “Seberapa seringkah anda mengunduh video di youtube?”

J: “Saat ini saya mengunduh empat video setiap minggunya, sebelumnya saya pernah mengunduh sepuluh setiap minggunya.”

G: “Apa yang biasanya anda lakukan di waktu senggang anda?”

J: “Saya biasanya mengedit video ketika sedang senggang. Saya merasa hal ini cukup baik karena biasanya setelah seharian merekam, saya bisa pulang ke rumah, bersantai, memakai masker wajah, dan mengedit video. Melakukan hal ini menenangkan saya. Akan tetapi, selain membuat video dan menyaksikan youtube, saya juga suka membaca dan menyaksikan drama korea.”

Untuk menutup wawancara, Joan memberikan tips kepada sobat GENTA membuat sebuah channel youtube.

Joan mengatakan, untuk membangun sebuah channel youtube, yang diperlukan adalah konsistensi. Dengan konsistensi, penonton channel YouTube kita akan mengetahui kapan mereka harus mengunjungi untuk melihat konten baru yang kita unggah.

“Ada banyak faktor yang mempengaruhi berkembangnya channel YouTube. Namun, menurutku yang terpenting adalah konsistensi,” kata Joan.

About the author /


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Feature

Majalah Kampus di Ambang Keterpurukan
Posted in: Feature

Majalah Kampus di Ambang Keterpurukan Oleh: Veronica Maureen Sebanyak 1000 eksemplar majalah GENTA dicetak setiap edisinya yang seharusnya menjadi sumber pengetahuan baru bagi seluruh sivitas, tak terkecuali mahasiswa. Dan mungkin, sudut pandang paling tepat dalam menentukan keberhasilan pembuatan GENTA adalah dengan menilai sejauh mana informasi dan pengetahuan yang dituliskan mampu diterima oleh seluruh sivitas. Rendahnya […]

Read More