.
Genta Campus Magazine
Petra Christian University Surabaya
 
 

MAHASISWA DAN PEMULIHAN EKONOMI.

"Badai pasti berlalu!" apa yang dikatakan Perdana Menteri Singapura, Goh Cok Tong 1997 lalu, ketika krisis ekonomi mulai melanda Asia Tenggara, telah menjadi kenyataan. Kecuali Indonesia, kini Singapura dan negara-negara ASEAN lainya bisa dikatakan mulai pulih dari krisis ekonomi. Kurangnya SDM yang berkualitas bisa saja menjadi salah satu penghambat utamanya, selain itu fundamental ekonomi Indonesia memang sudah rapuh dari sejak dulunya, sangat kontras dengan data-data Marie Muhammad (Menkeu waktu itu) yang bisa meyakinkan IMF untuk memberi bantuan. Akibatnya perkiraan IMF meleset, memperbaiki perekonomian Indonesia tidaklah semudah 'menyembuhkan' Mexico beberapa waktu yang lalu.

Kini dilematika ekonomi Indonesia adalah seperti penyakit jantung yang sudah kronis, kendati demikian masih saja ada pejabat yang berani main-main dengan kepercayaan Internasional, skandal Bank Bali misalnya.

Dalam kondisi terpuruk seperti ini tentu saja golongan yang paling menderita adalah rakyat kecil. Keadaan yang mejepit inilah yang memicu berbagai gejolak sosial, seperti penjarahan dan pembunuhan. Akal sehat mereka sudah tertutup oleh rasa lapar dan tangisan anak yang memilukan, tetapi di sisi lain mereka tudak mempunyai daya untuk bangkit dari krisis yang berkepanjangan ini. Apa boleh buat cara apapun mereka halalkan. Kenyataan ini membuat para pakar ekonomi dan tokoh-tokoh politik yang peduli berpikir keras untuk mencari jalan keluarnya. Sebut saja konsep Ekonomi Kerakyatan yang dicetuskan oleh Adi Sasono, sampai hari ini belum menampakkan dampak yang signifikan.

Lantas bagaimana dengan kita, para mahasiswa, apa yang sebenarnya dapat kita lakukan? Apakah kita akan tetap tinggal diam dengan fenomena ini. Berikut ini adalah hasil wawancara Genta dengan beberapa tokoh yang kompeten dengan isu pemulihan ekonomi ini:

Basofi Sudirman, mantan Ggubernur Jatim yang dikenal dengan usaha-usahanya mengangkat produk-produk unggulan Jatim ini menyatakan bahwa mahasiswa sebenarnya bisa turut serta mengambil bagian dalam Economic Recovery secara nyata. Mahasiswa seharusnya tidak hanya berkutat dalam kampus atau dunia akademik saja melainkan membantu rakyat dengan intelektualitas yang mereka miliki. Misalnya, memikirkan bagaimana cara menciptakan resources, sehingga sumber daya tersebut dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Itu saja tidak cukup, mahasiswa juga harus mengenalkan kepada mereka cara mengolah resources tersebut, selajutnya mereka masih juga harus memperkenalkan kepada rakyat bagaimana cara membuat suatu 'trade mark' "Selama ini kita sering lupa bahwa, produk sebagus apapun tanpa 'trade mark' atau 'brand' tidak akan berarti banyak," selanjutnya, mantan Gubernur Jatim yang akrab dipanggil Pak Bas ini menjelaskan bahwa sebenarnya di Jatim ini sangat banyak produk unggulan yang belum dikenali oleh pasar dalam dan luar negeri. Purnawirawan yang pernah mengikuti misi perdamaian PBB ini melanjutkan, "Kuliah Kerja Nyata juga bisa dimanfatkan oleh mahasiswa untuk membimbing rakyat kecil mengolah sumber daya yang mereka miliki. Menurut Basofi, konsep Ekonomi Rakyat untuk memberdayakan rakyat bukanlah ekonomi yang anti konglomerat, seperti konsep Ekonomi Kerakyatan-nya Adi Dasono. "Tetap harus ada simbiosis antara
konglomerat dan pengusaha kecil", tambahnya.














 


Agenda Kampus | Logo Baru Petra | Petra University | Motto Carrying Global University
Copyright © 1999 Campus Magazine Petra Christian University
Majalah Kampus Universitas Kristen Petra Surabaya
PO. Box 1991 Surabaya 60236 Indonesia
Homepage :
http://welcome.to/gentaonline
Email :
genta@peter.petra.ac.id
Design by:
Hendri Santoso