Kuliah Tamu – Hubungan Antara Politik dan Public Relation

Photo by Pers Mahasiswa

Kuliah Tamu – Hubungan Antara Politik dan Public Relation

Oleh: Christabel Cheryl Famdale

Masa lalu, pemerintahan yang baik identik dengan retorik yang baik. Pemimpin dianggap menjadi idola bila dapat mempersuasi masyarakat dengan sangat baik. Maka dari itu, peranan media sangatlah penting. Namun semakin berkembangnya zaman, hal ini bukan menjadi kunci kesuksesan seorang pemimpin. Maraknya penggunaan sosial media dan perkembangan teknologi membuat seorang pemimpin kewalahan mengikuti arus informasi. Lantas apakah fungsi Public Relation (PR) atau Hubungan Masyarakat (HUMAS) bagi pemerintahan?

Jumat, 11 November 2016, Program studi (Prodi) Ilmu Komunikasi Universitas Kristen (UK) Petra mengundang Notrida G.B. Mandica Nur, PhD sebagai pembicara kuliah umum. Bertempat di gedung W lantai 10, Ruang Konferensi 4, kuliah umum ini berdurasi selama dua setengah jam. Adapun materi yang disampaikan ialah Public Relations dan Politik: Membangun Trust dan Reputasi di Era Pemerintahan Joko Widodo.

“Ini merupakan kuliah tamu yang wajib diikuti oleh konsentrasi PR (Public Realtion, red),” ujar Drs. Gatut Priyowidodo, M.Si., selaku moderator hari itu.

Bagi Notrida sendiri, datang ke UK Petra merupakan hal yang pertama baginya. Staf ahli dalam Staf Khusus Presiden (SKP) Republik Indonesia (RI) ini berujar, “Mahasiswa ternyata kritis, well knowledge, aware dan sadar akan informasi terakhir, antusias, dan menunjukkan ketertarikan yang baik.” ”Saya berharap mahasiswa dapat menjadi orang yang profesional di bidangnya, dalam hal politik, komunikasi politik, bahkan aktor politik. Saya juga berharap mahasiswa lebih banyak baca lagi karena saat turun di lapangan banyak sekali hal-hal yang tak terduga dapat terjadi,” ungkap Notrida.

Tagged with:    

About the author /


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Feature

Majalah Kampus di Ambang Keterpurukan
Posted in: Feature

Majalah Kampus di Ambang Keterpurukan Oleh: Veronica Maureen Sebanyak 1000 eksemplar majalah GENTA dicetak setiap edisinya yang seharusnya menjadi sumber pengetahuan baru bagi seluruh sivitas, tak terkecuali mahasiswa. Dan mungkin, sudut pandang paling tepat dalam menentukan keberhasilan pembuatan GENTA adalah dengan menilai sejauh mana informasi dan pengetahuan yang dituliskan mampu diterima oleh seluruh sivitas. Rendahnya […]

Read More