Komentar Mereka Mengenai COP (Part 2)

COP

Komentar Mereka Mengenai COP (Part 2)

Oleh: Clarita Ivone R.

Setelah membaca komentar dari Rektor Universitas Kristen (UK) Petra dan mahasiswa Korea Selatan, kita akan membaca dua komentar lagi! Tebak, mahasiswa dari negara mana yang akan memberikan komentar. Penasaran? Yuk lihat!

  1. Rosa van Essen, Kim Olijerhoek – Belanda, “Bukan sebagai turis, namun menjadi bagian dari mereka”.

Secara pribadi, Rosa menyukai acara pengabdian masyarakat. Saat universitas mereka mengumumkan acara ini, Rosa pun membuat keputusan untuk bergabung didalamnya. Sedangkan bagi Kim, ia merasa senang mengikuti acara ini karena ia akan bertemu dengan seseorang dari suku dan ras yang berbeda. Di Indonesia, ia dapat menemukan kebegaragam yang tidak dapat ia temui di desa tempat tinggalnya. COP pun menjadi kesempatan bagi Rosa dan Kim untuk mengunjungi Indonesia bukan sebagai turis, namun sebagai bagian dari masyarakat Indonesia. Ini merupakan pengalaman pertama mereka.

  1. Nur Mardhiah Binti Abrahim – Singapura, “Membantu dengan dampak tidak hanya saat ini, namun sampai jangka panjang”.

Ada yang unik dari negara Singapura. Hanya ada satu perwakilan, seorang perempuan dan dengan semangat menantikan acara COP. Mardhiah mengaku ketika ia melihat pengumuman mengenai COP, ia memastikan dirinya harus mengikuti acara ini. Ia tidak masalah jika harus datang ke Indonesia sendiri. Baginya, ketika ia ingin melakukan sesuatu, ia akan benar-benar melakukannya. Entah sendiri maupun berkelompok, bukan suatu hal yang akan memengaruhi niatnya. Saat ditanya ekspektasinya dalam mengikuti acara ini, ia ingin meningkatkan softskill-nya. Situasi yang susah justru membuatnya tertantang untuk menemukan potensi yang ada dalam dirinya. Entah ia akan menemukan kekuatan atau kelemahan, namun semuanya akan menambah pengetahuannya. Hal ini juga ia terapkan untuk pekerjaannya di masa depan. Selain itu, ia berharap dapat memberikan dampak dengan jangka waktu yang lama. Tidak sekadar memberi bantuan untuk masa kini, namun akan berdampak untuk masa depan. Ia ingin memberikan sesuatu yang berarti.

Nah, itu beberapa tanggapan dari mahasiswa peserta COP. Selasa, 12 Juli 2017 lalu, mereka berangkat ke Mojokerto untuk melaksanakan misi bersama. Berinteraksi dengan warga desa, mengedukasi siswa-siswi, dan memperbaiki fasilitas desa yang sudah rusak. Harapannya acara ini dapat memberikan dampak bagi warga desa serta kepada setiap mahasiswa yang berpartisipasi. Salam Peduli!

 

About the author /


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Feature

Majalah Kampus di Ambang Keterpurukan
Posted in: Feature

Majalah Kampus di Ambang Keterpurukan Oleh: Veronica Maureen Sebanyak 1000 eksemplar majalah GENTA dicetak setiap edisinya yang seharusnya menjadi sumber pengetahuan baru bagi seluruh sivitas, tak terkecuali mahasiswa. Dan mungkin, sudut pandang paling tepat dalam menentukan keberhasilan pembuatan GENTA adalah dengan menilai sejauh mana informasi dan pengetahuan yang dituliskan mampu diterima oleh seluruh sivitas. Rendahnya […]

Read More