Kebyar Malam Budaya Festival Cina

By: Christabel Cheryl

Jumat, 25 September 2015 – “Meskipun jarak kita jauh, kita dapat menikmati bulan yang
sama”, begitulah kata-kata wakil konjen (Konsulat Jendral), I Hong, pada pembukaan
“Chinese Culture Night Festival”. Acara ini dilaksanakan untuk merayakan festival bulan di
Auditorium Universitas Kristen Petra (UK Petra). Salah satu panitia, Yoseph, mengutarakan
bahwa acara ini dimaksudkan untuk memperkenalkan budaya-budaya Tiongkok di Indonesia
terutama di kalangan mahasiswa UK Petra. “Walau acara ini dilaksanakan oleh Sastra
Tionghoa, sekitar 20 % panitia yang bukan dari jurusan kami”, tambahnya. Acara ini
mengundang berbagai pengisi acara dari luar petra yaitu, Yasanis (Sekolah Wushu), Indo
Lion (Barongsai), dan Yayasan Kemuning (pertunjukan musik tradisional Tiongkok). Selain
itu, mereka juga menampilkan beberapa pertunjukan dari mahasiswa Sastra Tionghoa UK
Petra.

Acara ini dimulai dengan beberapa sambutan dari perwakilan Konjen Tiongkok di Surabaya
dan sambutan dari Prof. Ir. Rolly Intan, M.A.Sc., Dr.Eng selaku rektor UK Petra. Lalu
berbagai penampilan budaya daratan Cina tersebut pun mulai disajikan. Gaya khas
barongsai yang menggemaskan ikut memeriahkan pembukaan acara tersebut. “Saya belum
pernah menonton secara langsung barongsai di sini,” tutur Rolly. Acara kemudian
dilanjutkan dengan permainan musik khas Tiongkok yang menggetarkan suasana. Adapun
penampilan dari Yasanis sungguh menarik minat penonton. Selain kelenturan dan kekuatan
yang dipamerkan, usia mereka yang masih belia sangat mengundang minat penonton. Di
penghujung acara, mahasiswa prodi sastra Tinghoa tidak malu untuk menampilkan sebuah
sajian menarik dalam bidang tarik suara dan juga tarian. Acara ini pun ditutup dengan ramah
tamah.

Sobat GENTA, mengetahui kebudayaan luar Indonesia ternyata seru lho. Mari kita belajar
banyak budaya untuk menambah wawasan. Sampai jumpa. 

About the author /


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Feature

Majalah Kampus di Ambang Keterpurukan
Posted in: Feature

Majalah Kampus di Ambang Keterpurukan Oleh: Veronica Maureen Sebanyak 1000 eksemplar majalah GENTA dicetak setiap edisinya yang seharusnya menjadi sumber pengetahuan baru bagi seluruh sivitas, tak terkecuali mahasiswa. Dan mungkin, sudut pandang paling tepat dalam menentukan keberhasilan pembuatan GENTA adalah dengan menilai sejauh mana informasi dan pengetahuan yang dituliskan mampu diterima oleh seluruh sivitas. Rendahnya […]

Read More