Kata Mereka Mengenai COP (Part 1)

COP

Kata Mereka Mengenai COP (Part 1)

Oleh: Clarita Ivone Rumimpunu

Tahukah kalian apa yang ada dibenak para peserta Community Outreach Program (COP), saat mengikuti acara ini? Serta bagaimana tanggapan pihak rektor mengenai acara ini? Berikut tanggapan singkat mereka terhadap acara yang akan membawa setiap pesertanya masuk ke dalam dunia yang baru, check this out!

  1. Ir. Rolly Intan, M.A.Sc. , Dr. Eng. – Rektor Umum Universitas Kristen Petra, “Kesuksesan tidak hanya dari hard skill namun softskill”.

Menurut Rolly, COP merupakan kesempatan yang bagus bagi mahasiswa Indonesia untuk berinteraksi dengan mahasiswa asing. Acara ini juga menjadi kesempatan yang bagus untuk mengenal kebudayaan yang lain. Seperti pada acara Opening Ceremony, mahasiswa dari setiap negara memperkenalkan budaya mereka melalui pertunjukan. COP juga ingin menanamkan bahwa keanekaragaman merupakan suatu hal yang positif. Bukan sebagai alasan untuk terpecah belah, namun untuk saling melengkapi dan bersatu untuk melakukan misi bersama. Tentu, harapannya misi menolong warga daerah Mojokerto dapat terwujud dengan baik.

  1. Jiyoon Kim, Jioh Shin, Hyelim Lee – Mahasiswa Korea Selatan, “Bersama-sama membantu, tidak individualis”.

Bagi ketiga mahasiswa asing ini, COP merupakan acara pengabdian masyarakat pertama yang mereka ikuti. Universitas mereka, Dongseo University, merupakan partner UK Petra dalam menyelenggarakan acara ini. Setiap tahun, universitas mereka akan menawarkan acara ini kepada setiap mahasiswanya. Mereka bertiga pun mendaftarkan diri dan bergabung. Menurut Jiyoon Kim, mereka ingin membantu sebagai sebuah komunitas dengan melakukannya secara bersama-sama. Sedangkan Jioh Shin, ia memiliki teman dari Indonesia. Kemudian ia merasa tertarik dengan negara ini. Ia pun menerima kesempatan untuk datang ke Indonesia, tidak sekadar berlibur, namun membantu sesama. Last but not least, Hyelim Lee. Setelah mendengar dari saudarinya, ia merasa tertantang untuk mengikuti acara ini. Dapat bertemu dengan teman-teman dari negara yang berbeda adalah hal menantang baginya.

Masih ingin tau pendapat para mahasiswa asing yang mengikuti acara ini? Simak kelanjutannya di artikel berikut. Jangan lewatkan ya Sobat GENTA!

Tagged with:     ,

About the author /


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Feature

Majalah Kampus di Ambang Keterpurukan
Posted in: Feature

Majalah Kampus di Ambang Keterpurukan Oleh: Veronica Maureen Sebanyak 1000 eksemplar majalah GENTA dicetak setiap edisinya yang seharusnya menjadi sumber pengetahuan baru bagi seluruh sivitas, tak terkecuali mahasiswa. Dan mungkin, sudut pandang paling tepat dalam menentukan keberhasilan pembuatan GENTA adalah dengan menilai sejauh mana informasi dan pengetahuan yang dituliskan mampu diterima oleh seluruh sivitas. Rendahnya […]

Read More