Interior Design Exhibition 2017: Go Global, Stay Local

Interior Design Exhibition 2017: Go Global, Stay Local

Oleh : Regina Bella Rosari

Interior Design Exhibition (INDEX) kembali dihelat untuk ketiga kalinya. Berbeda dari INDEX tahun sebelumnya, kali ini INDEX dilaksanakan di lobby Pakuwon Mall Surabaya. Pemilihan tempat yang berbeda dari biasanya ini bukan tanpa alasan. “Pakuwon Mall adalah mall yang baru, jadi kita mau attract pengunjung dengan karya-karya mahasiswa Interior (Program Studi Desain Interior, red),” ungkap Jessica Nathania, Koordinator Acara INDEX 2017.

Bertajuk ‘Go Global, Stay Local’, pesan yang ingin ditekankan adalah seharusnya kita dan karya kita bisa mendunia, tetapi tanpa meninggalkan budaya-budaya lokal. Banyaknya budaya asing yang masuk seharusnya dapat dikolaborasikan dengan budaya lokal yang ada. “Jadi, penting untuk mengombinasikan agar kita tidak lupa dengan akar budaya kita sendiri,” ujar Jessica.

Hanya mahasiswa-mahasiswa terbaik seangkatan yang diperkenankan untuk memamerkan karyanya dalam kegiatan ini. Dilaksanakan selama empat hari (10-13 Agustus 2017), INDEX dibagi menjadi dua shift. Shift pertama pada tanggal 10-11 Agustus 2017, sedangan shift kedua pada tanggal 12-13 Agustus 2017. Dalam satu shift, terdiri dari 10 jenis karya tulis, delapan karya desain alternatif berupa furnitur, dan 12 maket.

Tidak hanya pameran karya, tapi juga ada talkshow dan workshop. Pertama, talkshow tentang Co-Working Space yang masih baru di Surabaya. Kedua, talkshow tentang Stage Design yang ternyata masih dalam ranah Desain Interior.  Terrarium diangkat sebagai materi workshop pada tahun ini. Semua rangkaian acara INDEX 2017 ini dibuka untuk umum. Alhasil, beberapa media eksternal turut meliput kegiatan ini dan beberapa orang tertarik untuk bekerja sama dengan beberapa mahasiswa.

Untuk kalian yang belum sempat berkunjung, masih ada satu hari tersisa, don’t miss it!

About the author /


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Feature

Majalah Kampus di Ambang Keterpurukan
Posted in: Feature

Majalah Kampus di Ambang Keterpurukan Oleh: Veronica Maureen Sebanyak 1000 eksemplar majalah GENTA dicetak setiap edisinya yang seharusnya menjadi sumber pengetahuan baru bagi seluruh sivitas, tak terkecuali mahasiswa. Dan mungkin, sudut pandang paling tepat dalam menentukan keberhasilan pembuatan GENTA adalah dengan menilai sejauh mana informasi dan pengetahuan yang dituliskan mampu diterima oleh seluruh sivitas. Rendahnya […]

Read More