Interesting Packaging? Why Not!

Pada tanggal 14-18 September 2015 bertempat di gedung P lantai 2 Universitas
Kristen Petra (UK Petra), terdapat sebuah pameran yang diselenggarakan oleh Japan
Foundation. Japan Foundation adalah satu-satunya lembaga yang dimiiliki oleh Jepang yang
bergerak dalam hal pertukaran budaya secara global. Nama pameran tersebut adalah Asia
Student Package Design Competition (ASPaC) 2014-2015. ASPaC merupakan sebuah
kompetisi bagi mahasiswa untuk membuat sebuah kemasan unik dan menarik sehingga
memiliki daya tarik untuk memikat hati konsumen. UK Petra merupakan tempat pertama di
Surabaya yang disinggahi untuk mengadakan road show pameran 50 hasil karya terbaik
mahasiswa yang mengikuti kompetisi ASPAC pada tahun 2014. ASPaC tidak hanya diikuti
oleh peserta dari Indonesia dan Korea tetapi juga diramaikan oleh peserta dari Thailand dan
juga Jepang.

ASPaC sendiri diadakan pertama kali pada tahun 2010, kegiatan ini diadakan setiap 2
tahun sekali. ASPaC pada awalnya hanya diikuti oleh Korea dan Jepang. Kemudian pada
tahun 2014 ASPaC mengikutsertakan Thailand dan Indonesia dalam kompetisi tersebut.
Tetapi sangat disayangkan minat masyarakat Indonesia kurang tinggi untuk mengikuti
kompetisi tersebut. Karena kurangnya minat masyarakat Indonesia, pihak Japan Foundation
kemudian mengadakan pameran hasil karya mahasiswa yang termasuk dalam 50 karya
terbaik di Indonesia untuk meningkatkan minat masyarakat Indonesia dalam mengikuti
kompetisi tersebut.

Pameran yang diadakan kali ini mengusung tema Pioner, pemilihan tema Pioneer ini
sendiri mengedepankan konsep untuk menghasilkan kreasi baru dari konsep yang muncul
secara umum. Menariknya, pameran ASPaC kali ini diliput oleh JAWA POS, JTV, SBO,
NET, SINDO dan juga Tempo.

Yang tidak kalah membanggakan adalah masuknya karya William Sia dan Stanley
Tirtoutomo yang merupakan alumnus UK Petra dari program studi Desain Komunikasi
Visual (DKV) angkatan 2011 dalam pameran kali ini. “Motivasinya sih saya ingin menguji
kemampuan design dengan orang luar dan juga sekalian mengerjakan tugas kuliah.
Kebetulan saya diberitahu bahwa ada lomba ini,” tutur William Sia. Karya mereka sendiri
mengusung ide kemasan packaging untuk bumbu makanan khas Indonesia yaitu rendang.
Alasan mereka memilih rendang karena mereka ingin mengangkat hal lokal yang sederhana
namun dengan kemasan yang menarik.

Banyak hambatan yang harus mereka lalui untuk masuk kedalam 50 karya terbaik,
salah satunya yaitu dalam merealisasikan konsep. Butuh waktu 3 minggu untuk dapat
merealisasikan konsep yang sudah mereka susun. Untuk mendapatkan hasil yang sempurna
mulai dari menyusun penyekat dan pengunci dari kemasan yang harus sempurna untuk
menjaga keamanan dari produk tersebut membutuhkan waktu 3 bulan. Waow, hanya untuk
sebuah kemasan makanan butuh waktu lama ya, sobat GENTA. Bagi mereka, untuk
menyatukan ide dari kepala yang berbeda tidaklah terlalu sulit, karena pada dasarnya mereka
memikirkan ide bersama-sama.

Meski sempat pesimis, nyatanya karya mereka akhirnya masuk dalam kategori Merit
Award yang merupakan kategori desain yang dianggap inovatif dan memiliki daya tarik serta
sesuai dengan tema Pioneer. Mereka mengungkapkan bahwa mereka sangat senang ketika
hasil karya mereka dapat diapresiasi oleh banyak orang sekaligus membawa nama baik UK
Petra.

“Saya berharap mahasiswa UKP bisa lebih kreatif dalam mengelola konten lokal yang
dimiliki Indonesia dalam hal budaya dan alam yang dapat diperkenalkan ke dunia luar yaitu
melalui kita, generasi muda,” pesan William.

Dengan diadakannya pameran ASPaC ini diharapkan dapat meningkatkan minat bangsa
Indonesia khususnya mahasiswa UK Petra untuk mengikuti berbagai perlombaan khususnya
yang bertaraf internasional. Perlombaan sejenis ini juga sangat efektif untuk memperkenalkan
budaya Indonesia ke negara – negara lain. “Saya berharap tahun depan anak DKV banyak
yang berminat untuk mengikuti perlombaan semacam ini, anak DKV sangat berpotensi tetapi
hanya kurang mendapatkan informasi saja,” tutur Christine Yuwono, salah sseorang dosen
DKV.

Woah, keren banget kan sobat GENTA bagaimana perjuangan kawan kita dalam
bersaing di kancah internasional. So, tunggu apa lagi? Asah bakatmu dan harumkan nama
Universitas tersayang juga bangsa Indonesia. Sampai jumpa di pameran ASPaC dua tahun lagi!

By : Citra Fanny

About the author /


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Feature

Majalah Kampus di Ambang Keterpurukan
Posted in: Feature

Majalah Kampus di Ambang Keterpurukan Oleh: Veronica Maureen Sebanyak 1000 eksemplar majalah GENTA dicetak setiap edisinya yang seharusnya menjadi sumber pengetahuan baru bagi seluruh sivitas, tak terkecuali mahasiswa. Dan mungkin, sudut pandang paling tepat dalam menentukan keberhasilan pembuatan GENTA adalah dengan menilai sejauh mana informasi dan pengetahuan yang dituliskan mampu diterima oleh seluruh sivitas. Rendahnya […]

Read More