Inspirational Sharing LKMM-TD: Kevin Merco Suguhkan Pengalaman Persiapan Dunia Kerja

Inspirational Sharing LKMM-TD: Kevin Merco Suguhkan Pengalaman Persiapan Dunia Kerja

Oleh: Natania Wahyuni dan Alvin Ramasurya

Masih dalam rangkaian kegiatan Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Tingkat Dasar (LKMM-TD), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Kristen (UK) Petra mengadakan sesi Inspirational Sharing di Auditorium UK Petra. Sesi ini adalah seminar yang bertujuan untuk memberikan motivasi bagi peserta LKMM-TD dalam mengikuti jejak kesuksesan yang dikisahkan oleh pembicara. Sama halnya dengan pelaksanaan LKMM-TD, sesi Inspirational Sharing ini juga dibagi menjadi 2 shift. Shift pertama diadakan pada Senin (22/1/2018) dan shift kedua pada Selasa (30/1/2018).

Pada shift pertama, dua tokoh yang didaulat yang menjadi pembicara adalah Kevin Merco Agassi, program studi (prodi) Sastra Inggris 2014 dan Drs. Kresnayana Yahya, M.Sc., dosen Institut Teknologi Sepuluh Nopember prodi Statistika. Kevin Merco kembali menjadi pembicara sesi ini dalam shift kedua, bersama Prof. Ir. Rolly Intan, M.A.Sc., Dr.Eng., mantan Rektor Universitas Kristen (UK) Petra Surabaya. Ketiga sosok pembicara ini telah terpilih untuk menceritakan pengalaman mereka kepada para peserta LKMM-TD.

Kita dapati bahwa dari ketiga sosok diatas, ada seorang mahasiswa yang terpilih untuk menceritakan kisah inspirational mereka. Apa yang membuat Kevin Merco dipercaya untuk memberi motivasi padahal ia masih mahasiswa?

GENTA mendapatkan kesempatan untuk wawancara dengan Kevin Merco.

Pada sesi ini, Kevin Merco memberikan pesan kepada peserta LKMM-TD tentang bagaimana mempersiapkan diri untuk menghadapi dunia kerja. Kevin prihatin dengan kebanyakan sarjana S1 Indonesia yang belum mendapatkan pekerjaan. Menurut Kevin, hal ini disebabkan oleh kurangnya keseimbangan antara hard skill dan soft skill yang dimiliki mahasiswa Indonesia. Salah satu penyebab dari masalah ini adalah kurangnya inisiatif mahasiswa dalam mengikuti kegiatan-kegiatan di kampus yang seharusnya bisa menanggulangi hal ini, misalnya dengan tergabung dalam kepanitiaan, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), pengabdian masyarakat, maupun seminar yang diadakan oleh kampus. Bagaimanapun, teori yang kita dapatkan di kelas tidak bisa kita gunakan dengan baik dalam dunia kerja bila tidak dibarengi dengan soft skill yang mendukung. Mahasiswa semester akhir ini menekankan bahwa waktu yang tersisa untuk mempersiapkan diri menuju dunia nyata hanyalah masa kuliah ini.

Kevin juga menceritakan pengalaman pribadinya. Mahasiswa yang pernah menjadi ketua panitia Welcome Grateful Generation (WGG) 2017 itu dahulu pernah membenci kepanitiaan. Kevin bukanlah siswa yang aktif berorganisasi selama masa SMA-nya. Sebelumnya, ia sempat merasa kurang cocok dengan suatu organisasi di sekolahnya karena anggotanya terkesan eksklusif. Kevin menjadi siswa yang pasif hingga Kevin akhirnya diminta oleh kakaknya untuk menjadi panitia WGG. Awalnya Kevin menolak untuk ikut, tetapi setelah mendengarkan kakaknya, Kevin akhirnya tergabung dalam kepanitiaan WGG. Kepanitiaan inilah yang menjadi titik balik Kevin.

Setelah mengikuti pantia WGG, Kevin menyadari betapa pentingnya keikutsertaanya dalam organisasi. Akan tetapi, Kevin menyadari bahwa memasuki kepanitiaan tak selalu mudah. Mungkin beberapa mahasiswa yang minim pengalaman seringkali kesulitan untuk mengikuti kepanitiaan karena mendapati penolakan.  Menurutnya, jika mengalami penolakan, yang harus kita lakukan adalah terus mencoba. Dalam memilih rekan-rekan kerjanya, Kevin secara pribadi menghindari nepotisme. “Panitia tidak selalu menjamin keberhasilanmu, mungkin kamu bisa mencoba di luar lingkup universitas. At least, kamu bisa terus belajar dari hal lain mungkin, seperti seminar dan lainnya. Pokoknya jangan berdiam diri tidak melakukan apa-apa,” pesan Kevin.

Kevin memahami bahwa dalam dunia kerja, yang dibutuhkan bukan hanya teori dan pengetahuan tetapi juga kemampuan kita dalam mengolah pengetahuan itu dalam pekerjaan. Untuk mempersiapkan diri menuju dunia kerja, Kevin tidak hanya mengikuti kegiatan dalam universitas saja. Ia sudah aktif mengisi masa kuliahnya dengan bekerja di luar kuliahnya.

Dengan sederet kegiatan yang telah Kevin ikuti, kepala departemen (Internal Human Resource Development Department) IHRD BEM ini bahkan masih mencemaskan dunia kerja yang akan ia hadapi, “Apakah kegiatan yang sudah aku ikuti ini cukup? Apakah materi yang sudah aku pelajari cukup? Banyak goals yang harus aku capai, dan dunia kerja itu tidak semudah kelihatannya dimana kenyataannya kadang imbalan tidak sebanding dengan besarnya usaha yang sudah kita kerahkan. Hal inilah yang membuat aku berpikir ulang apakah aku sudah benar-benar siap dengan sisa 6 bulan perkuliahan ini.”

Jadi sobat GENTA, jadilah mahasiswa yang aktif untuk terlibat dalam berbagai kegiatan dan mempersiapkan diri, seperti pesan Kevin, “Lakukan apapun. Kalau kita bisa melakukan banyak, kenapa hanya kuliah?”

 

About the author /


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Feature

Majalah Kampus di Ambang Keterpurukan
Posted in: Feature

Majalah Kampus di Ambang Keterpurukan Oleh: Veronica Maureen Sebanyak 1000 eksemplar majalah GENTA dicetak setiap edisinya yang seharusnya menjadi sumber pengetahuan baru bagi seluruh sivitas, tak terkecuali mahasiswa. Dan mungkin, sudut pandang paling tepat dalam menentukan keberhasilan pembuatan GENTA adalah dengan menilai sejauh mana informasi dan pengetahuan yang dituliskan mampu diterima oleh seluruh sivitas. Rendahnya […]

Read More