I’m a Survivor

 

Minggu, 28 Oktober 2012, Atrium TP 2 mendadak ramai dipenuhi pemuda-pemudi yang menghentakkan kakinya, menari bersama. Well, itu adalah acara flashmob yang diadakan oleh Fakultas Ilmu Komunikasi Petra, dengan tema Breast Cancer.

Acara flashmob ini merupakan sebagian kecil dari serangkaian acara yang didesain secara khusus oleh mahasiswa-mahasiswi kelas Management Event, sebagai tuan rumah. Rangkaian acara ini diawali dari acara Car Free Day, Flashmob, Talkshow, dan berakhir di Braphic Competition. Selain acara-acara tadi, di acara yang berjudul Breast Talk ini, pengunjung juga dimanjakan dengan pameran dari Brangerous yang memamerkan bra hasil modifikasi, sekaligus pameran dari para pembatik bra. Keren, kan?

Puncak acara Breast Talk memang ada di Braphic Competition nya. Tapi satu bagian penting yang nggak bisa kita lupakan justru talkshow nya sendiri. Kenapa? Karena di sini, pengunjung diajak untuk menyadari betapa bahayanya kanker payudara, dengan melakukan pemeriksaan dini melalui cerita dari para survivor dan keluarganya. “Konsep acara kita entertain dan edukasi. Entertain dengan flashmob, edukasi dengan talkshow.” ujar Regina, salah seorang panitia Breast Talk tentang ide awal acara mereka.

Bagian lain yang nggak bisa dilupakan dari rangkain acara ini adalah Car Free Day. Acara ini dianggap oleh panitia sebagai momen yang paling pas untuk mempromosikan acara puncak mereka. Berbekalkan banner, brosur, dan nekat, panitia Breast Talk turun ke jalan dan membagi-bagikan brosur acara.

Sebenarnya untuk apa sih mereka repot-repot begini? Menurut Cisil, perwakilan dari panitia Breast Talk, mereka memutuskan untuk ikut serta di acara Car Free Day, dalam rangka menjawab tantangan dari Ibu Dosen mata kuliah, untuk melakukan promosi tanpa bantuan dana awal. Jadi, untuk melakukan promosi, mereka diharuskan untuk mencari dana sendiri. Mereka berkeliling dari Darmo, Taman Bungkul sampai ke depan Hotel Mercure untuk berpromosi ria. Hasilnya, hanya dengan bermodalkan dana sedikit, mereka mampu mempromosikan acara.

Ditanya tentang kesan mereka terhadap Breast Talk sendiri, Regina dan Cisil sepakat mengatakan kalau mereka sudah sukses. Walau sukses itu tidak mewah sampai terkenal di mana-mana, tapi mereka mendapatkan kesuksesan lewat sadarnya pengunjung tentang kanker payudara. Ini berarti, mereka telah berhasil menyelamatkan satu nyawa lagi dari bahaya besar kanker payudara yang cenderung mematikan.

So, congratz panitia Breast Talk buat acara mereka yang sukses menggemparkan atrium TP 2! (dhea/chels)

Tagged with:     ,

About the author /


Pers Mahasiswa Genta

Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *