Hunian Layak Anak

Hunian Layak Anak

Oleh : Bethari Putri Hyang Taya

Perlombaan Arsitektur yakni “Arch-Kid-Tecture” telah mencapai puncaknya pada 19
Maret 2016. Archkidtecture merupakan perlombaan bertaraf nasional yang diadakan oleh
Program Studi Arsitektur Universitas Kristen (UK) Petra. Masuk tahun kedua pelaksanannya,
Archkidtecture tahun ini mengambil tema “Friendly Children Spaces”. Dalam lomba ini,
panitia mengajak calon-calon arsitek se-Indonesia untuk merancang sebuah fasilitas
pendidikan Anak Usia Pra-sekolah yang mampu memfasilitasi proses tumbuh kembang
mereka dalam lingkungan alam dan kebudayaan Indonesia.

Tepat pukul 09.00 bertempat di Ruang Konferensi (RK) 4 gedung Radius Prawiro UK
Petra, acara pun dimulai. Setelah berdoa bersama, MC mulai memperkenalkan juri yang
didatangkan dalam lomba kali ini. Hari Sunarko (Ketua Ikatan Arsitek Indonesia wilayah
Jawa Timur), Sarah Ginting (Founder of SAGI Architect), dan Christine Wonoseputro
didapuk untuk menjadi juri dalam perlombaan nasional ini. Usai memperkenalkan para juri,
peserta yang masuk dalam 5 besar mulai bersiap-siap untuk mempresentasikan hasil karya
mereka. Setelah semua kelompok selesai presentasi, MC mengumumkan adanya jeda untuk
makan dan beristirahat.

MC kembali mengumpulkan para peserta ke dalam ruangan pada pukul 11.00. Acara
kemudian dilanjutkan dengan kuliah singkat yang dibawakan oleh Hari dan kemudian
dilanjutkan oleh Sarah. Masing-masing pembicara berbagi pengalaman sebagai seorang
arsitek yang mempunyai jam terbang tinggi kepada peserta. Mereka juga turut
mempresentasikan salah satu hasil karya mereka.

Saat yang ditunggu-tunggu pun akhirnya tiba, yakni pengumuman pemenang.
Peserta yang masuk dalam 5 besar mulai deg-degan. MC mulai mengumumkan mulai
peringkat 5 yang jatuh kepada tim dengan nomor kelompok 78 yaitu Wiliyanti, Giovanni,
dan Jonathan yang berasal dari UK Petra. Peringkat 4 diterima oleh kelompok 146, yakni
Raka, Titania, dan Andita mahasiswa Universitas Gadjah Mada. Peringkat 3 diterima oleh
satu-satunya kelompok yang tidak berkelompok, yaitu single fighter dari Institut Teknologi
Sepuluh November, Dyah Arieni dengan nomor kelompok 101. Dilanjutkan dengan
peringkat kedua disabet oleh peserta nan jauh dari pulau seberang, Universitas Sumatera
Utara, kelompok 116 yakni Frigga, Cynthia, dan Manjow. Berikutnya, Kelompok 15,
Dharma, Regina, dan Thomas (UK Petra) yang berhasil menjadi peringkat 1 dalam lomba
nasional ini.

Wih, gimana nih pendapat Sobat GENTA, seru kan? Nantikan Archkidtecture tahun
depan ya!

About the author /


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Feature

Majalah Kampus di Ambang Keterpurukan
Posted in: Feature

Majalah Kampus di Ambang Keterpurukan Oleh: Veronica Maureen Sebanyak 1000 eksemplar majalah GENTA dicetak setiap edisinya yang seharusnya menjadi sumber pengetahuan baru bagi seluruh sivitas, tak terkecuali mahasiswa. Dan mungkin, sudut pandang paling tepat dalam menentukan keberhasilan pembuatan GENTA adalah dengan menilai sejauh mana informasi dan pengetahuan yang dituliskan mampu diterima oleh seluruh sivitas. Rendahnya […]

Read More