Hoax Busting and Digital Hygiene Seminar: Kenali dan Cegah Penyebaran Hoax

Fotografer: Natania Wahyuni T. dan Ferdiantio Jeremiah S

Hoax Busting and Digital Hygiene Seminar: Kenali dan Cegah Penyebaran Hoax

Oleh: Alvin Ramasurya Wony’s

Jumat (27/4/2018) Jurnal Mahasiswa Universitas Kristen (UK) Petra Discerning bekerja sama dengan Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Google News Initiative, dan Internews mengadakan seminar Hoax Busting and Digiral Hygiene. Seminar yang diadakan di Ruang Audio Visual 503 Gedung T UK Petra ini diikuti oleh 58 peserta, baik yang berasal dari mahasiswa UK Petra maupun yang berasal dari luar UK Petra.

Opening Ceremony: Sambutan Ketua AJI

Seminar dibuka dengan sambutan oleh R. Arja Angka A.A.A. Sadijarto, S.E., M.Ak., Ak. selaku wakil rektor bidang kemahasiswaan UK Petra dan dilanjutkan oleh sambutan dari Miftah Faridl selaku ketua AJI. Dalam sambutannya, Miftah menjelaskan bahwa kegiatan seminar di Surabaya ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan AJI yang diadakan di 30 kota di seluruh Indonesia. Miftah menjelaskan bahwa informasi merupakan kebutuhan masyarakat. Akan tetapi, zaman sekarang terlalu banyak informasi yang mengalir dan dibarengi dengan banyaknya fake news dan hoax yang tidak hanya menyesatkan, tetapi juga bisa menjadi media provokasi. Ditambah lagi, kurangnya literasi media dan kemudahan mendapatkan informasi menjadi pemicu tersebarnya hoax. AJI ingin mengajarkan kepada kita pentingnya melakukan verifikasi dan sekaligus mengajarkan cara untuk melakukan verifikasi tersebut.

Sesi Seminar

Setelah mendengarkan kata sambutan, acara memasuki sesi seminar. Inggried Dwi Wedhaswary dan Ika Ningtyas yang merupakan trainer di Google News Initiative menjadi pembicara pada seminar kali ini. Pembicara membuka seminar dengan menjelaskan ragam dis-misinformasi di sekitar kita. Ada berbagai jenis informasi keliru yang bertebaran di sekitar kita, diantaranya adalah konten menyesatkan, konten fabrikasi, dan konten manipulatif. Informasi keliru ini bisa tersebar karena berbagai alasan. Salah satu alasannya adalah karena jurnalisme yang lemah. Menurut Inggried dan Ika, tidak bisa dipungkiri bahwa jurnalisme yang lemah bisa menjadi salah satu penyebar konten dis-misinformasi. Bahkan, media mainstream pun terkadang tidak melakukan verifikasi terhadap berita yang mereka sebarkan, sehingga bisa menyebarkan berita yang salah.

Verifikasi terhadap berita

Selain memberikan pengertian tentang konten hoax, Inggried dan Ika juga mengajarkan bagaimana melakukan verifikasi terhadap berita yang kita baca. Salah satu caranya bisa melalui verifikasi website yang memuat berita tersebut. Situs who.is dapat menjadi salah satu alat bagi kita untuk memeriksa kepemilikan situs web. Situs berita yang resmi pasti memiliki kepemilikan yang jelas dan tentu saja memiliki susunan redaksi yang jelas pada laman about us dalam situs mereka. Hal ini dibuat supaya susunan redaksi dapat dimintai pertanggungjawaban akan berita-berita yang dimuat dalam situs. Kedua trainer di Google News Initiative ini juga mengajak peserta untuk melakukan studi kasus. Peserta ditunjukkan sebuah gambar dan diminta untuk mendeteksi lokasi dari foto tersebut. Setelah mencoba menentukan, peserta diajarkan bagaimana mendeteksi lokasi pengambilan foto tersebut. Seminar Hoax Busting and Digital Hygiene diakhiri dengan sesi tanya jawab dengan pembicara.

Kegiatan Hoax Busting and Digital Hygiene sebenarnya merupakan rangkaian acara selama tiga hari. Kegiatan hari pertama berbentuk seminar dan diadakan di UK Petra. Seminar ini terbuka untuk umum dan materi yang dibawakan lebih mengarah ke pencegahan penyebaran konten hoax secara umum. Sedangkan kegiatan hari kedua dan ketiga merupakan kegiatan yang dikhususkan untuk jurnalis. Kuota peserta dibatasi sebanyak 25 orang dan diadakan di Perpustakaan C2O Surabaya.

Melalui seminar ini, Ivana Kurniawati, ketua Jurnal Mahasiswa Discerning, berharap agar kita bisa menjadi agen fact checking. Artinya kita tidak hanya memeriksa informasi untuk diri kita sendiri melainkan juga bisa melakukannya untuk orang lain juga.

Nah, sobat GENTA. Mari kita melakukan verifikasi informasi yang bertebaran di sekitar kita. Kenali, lacak, dan cegah penyebaran hoax. Mari kita jadikan Indonesia bebas berita hoax.

About the author /


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Feature

Majalah Kampus di Ambang Keterpurukan
Posted in: Feature

Majalah Kampus di Ambang Keterpurukan Oleh: Veronica Maureen Sebanyak 1000 eksemplar majalah GENTA dicetak setiap edisinya yang seharusnya menjadi sumber pengetahuan baru bagi seluruh sivitas, tak terkecuali mahasiswa. Dan mungkin, sudut pandang paling tepat dalam menentukan keberhasilan pembuatan GENTA adalah dengan menilai sejauh mana informasi dan pengetahuan yang dituliskan mampu diterima oleh seluruh sivitas. Rendahnya […]

Read More