Damai Indonesiaku: Belajar Menghargai Keberagaman Indonesia

Fotografer: Ferdiantio Jeremiah S.

Damai Indonesiaku: Belajar Menghargai Keberagaman Indonesia

Oleh: Alvin Ramasurya W. dan Robin R.

Selasa (27/3/2018), Badan Eksekutif Mahasisa (BEM) menyelenggarakan seminar kebangsaan mengangkat tema “Damai Indonesiaku”. Tema ini diangkat untuk membekali mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa mengenai cara agar bangsa Indonesia tetap bersatu walau beragam.

Seminar dibuka dengan menyanyikan menyanyikan Indonesia Raya dan penampilan lagu “Rewrite The Stars”. Dipandu oleh Irene Yenawan, Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi angkatan 2017, dan Giovanno Josaphat, Prodi Teknik Arsitektur angkatan 2016, sebagai Master of Ceremony (MC), seminar ini menghadirkan Matius Ho, M.S., salah satu pendiri Leimana Institute, sebagai pembicara.

“Perilaku hidup manusia dipengaruhi oleh cerita apa yang ia percaya,” tutur Matius mengawali seminar. Dengan menceritakan sejarah Indonesia, Matius memberikan contoh tentang bagaimana toleransi sudah menjadi budaya Indonesia sejak dahulu. Mulai dari cerita zaman awal kerajaan hingga cerita pada era kemerdekaan, Matius mengungkapkan bahwa perbedaan sudah ada di Indonesia bahkan sejak Indonesia belum bernama Indonesia.

Setelah mendengarkan materi dari pembicara, acara dilanjutkan dengan talkshow yang dipandu oleh Fanny Lesmana, S.Sos., M.Med.Kom.salah satu dosen di Prodi Ilmu Komunikasi (Ilkom) UK Petra sebagai moderator. Pada sesi talkshow ini peserta mendapatkan kesempatan untuk melontarkan pertanyaan kepada pembicara. Dalam sesi ini, Matius menuturkan bahwa sebagai mahasiswa, salah satu hal yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan toleransi dalam kehidupan masyarakat adalah mengadakan kegiatan yang melibatkan orang-orang yang berbeda agama. Menurut Matius, seringkali kita jarang berkumpul dengan orang-orang yang berbeda agama dan menganggap diri kita eksklusif dan menganggap perbedaan yang sebenarnya kecil menjadi besar.

“Mayoritas akan ditentukan oleh minoritas yang kreatif,” simpul Fanny mengakhiri talkshow.

Setelah sesi talkshow berakhir, dilaksanakan pemberian kenang-kenangan kepada pembicara oleh Michellin Mellysa Mindra Prayogo, selaku ketua kegiatan. Acara dilanjutkan dengan pengumuman dan pemberian hadiah lomba foto yang diadakan oleh seminar. Peserta diminta mengunggah foto dengan tema “Kedamaian dalam Keberagaman” di instagram dan akan dinilai oleh juri. Juara pertama dari lomba foto ini adalah Stefany Yonathan, Prodi Desain Komunikasi Visual angkatan 2016 dan juara kedua dimenangkan oleh Aldi Nathanael, Prodi Manajemen Perhotelan angkatan 2016.

“Harapannya acara ini bisa menambah kesadaran akan pentingnya menjaga kedamaian dalam keberagaman,” ujar Michellin kepada GENTA mengenai harapannya untuk peserta yang telah mengikuti seminar.

About the author /


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Feature

Majalah Kampus di Ambang Keterpurukan
Posted in: Feature

Majalah Kampus di Ambang Keterpurukan Oleh: Veronica Maureen Sebanyak 1000 eksemplar majalah GENTA dicetak setiap edisinya yang seharusnya menjadi sumber pengetahuan baru bagi seluruh sivitas, tak terkecuali mahasiswa. Dan mungkin, sudut pandang paling tepat dalam menentukan keberhasilan pembuatan GENTA adalah dengan menilai sejauh mana informasi dan pengetahuan yang dituliskan mampu diterima oleh seluruh sivitas. Rendahnya […]

Read More