WARNA-WARNI
MAHKOTA MAHASISWA UK PETRA
Cat
rambut, mungkin bukan hal yang asing bagi kita. Kehadiran
zat pewarna yang memberi nuansa pirang, merah, coklat, ungu,
hijau dan sebagainya bukannya baru muncul di kampus ini.
Namun beberapa bulan terakhir, terutama mulai semester ganjil
1999 ini, kehadiran cowok-cewek dengan rambut beraneka warna
ini nampak 'booming' berseliweran di kampus. Ada yang berlenggang
dengan seluruh rambut berwarna merah atau pirang, ada juga
yang mewarnai rambutnya sebagian saja. Ada yang memakai
warna-warna mencolok mata, ada yang malu-malu dengan warna
tersembunyi yang hanya bisa terlihat jika terkena cahaya.
Ada yang mengecat rambut secara permanen, ada yang hanya
sekedar menyemprot dengan pewarna berbentuk hairspray, bahkan
ada yang cuma menyelipkan rambut palsu berwarna di sela-sela
mahkotanya yang hitam. Bagaimana komentar mereka yang menggunakan
cat rambut ini dan bagaimana pula tanggapan teman-teman
mahasiswa lain yang melihat mereka? Berikut ini beberapa
hasil wawancara Genta.
Trijang - Arsitektur '97
Cowok yang suka gonta-ganti warna rambut ini pada awalnya
cuma iseng karena nganggur, sehingga pergi ke salon untuk
mengubah penampilannya. Ia juga bosan dengan warna rambut
yang biasa-biasa saja, dan mencoba tampil beda dan mudah
dikenal dengan warna merah high-light pada seluruh rambutnya.
Lama-lama, mengecat rambut menjadi hal yang biasa baginya.
"Rasanya lebih bagus dan saya merasa cocok dengan warna
rambut seperti ini," ujarnya sambil menunjuk pada rambutnya
yang sekarang sudah berganti warna pirang keemasan.
Like - Akuntansi '98
Rambut aslinya memang berwarna kecoklatan, dan cewek ini
mengecatnya dengan warna ungu tua. Semula ia hanya ingin
coba-coba, tetapi ia malah merasa kurang percaya diri. Akhirnya
ia berusaha menghilangkan warna tersebut dengan keramas
setiap hari dan memotong rambutnya. "Ternyata warna rambut
yang asli membuat
saya
lebih percaya diri," begitu komentarnya.